Bisnis.com, JAKARTA - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah mengakhiri gelombang serangan terbaru terhadap Iran yang menargetkan sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur strategis negara tersebut.
CENTCOM mengatakan operasi serangan malam hari itu berakhir pada pukul 21.00 waktu Timur AS pada 15 Juli 2026.
Namun dampak yang ditimbulkan dari serangan tersebut dilaporkan begitu mengerikan.
Sebab, pasukan AS disebut telah menyerang beberapa bangunan dan hal penting bagi Teheran.
“Pasukan AS menyerang pusat komando Iran, situs pertahanan udara, kemampuan rudal dan drone, serta fasilitas pengawasan pantai,” kata CENTCOM dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X.
Menurut CENTCOM, serangan tersebut bertujuan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kapal komersial dan para pelaut yang melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga
- AS-Iran Kembali Memanas, Defisit APBN 2026 Diproyeksi Semakin Melebar
- Pertumbuhan Ekonomi China Kuartal II/2026 Melambat Jadi 4,3% Akibat Perang Iran-AS
- Rupiah Ditutup Level Rp18.068 per Dolar AS, Waspadai Perang Iran-AS
Dalam operasi tersebut, militer AS mengklaim menggunakan amunisi presisi untuk menyerang sejumlah target di beberapa lokasi, termasuk Bandar Abbas.
Sebelumnya pada hari yang sama, pasukan AS juga melancarkan serangan selama sekitar 90 menit terhadap fasilitas pertahanan pantai dan rudal jelajah di Pulau Greater Tunb.
“Militer AS meminta pertanggungjawaban Iran atas arahan Panglima Tertinggi,” kata CENTCOM.
Serangkaian serangan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran terkait situasi di Selat Hormuz.
Pasukan AS sebelumnya melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di berbagai lokasi di kawasan tersebut.
Ketegangan tetap meningkat meskipun Pakistan telah memediasi kesepakatan kerangka kerja yang bertujuan membuka jalan bagi penyelesaian konflik yang lebih permanen.





