Kupang: Kasus kematian Dokter Icha Pakaenoni yang diduga depresi akibat dugaan intimidasi oleh tiga oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) masih terus didalami penyidik Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Tim Joint Investigation. Kali ini, penyidik memeriksa Ketua DPRD TTU Kristoforus Efi untuk dimintai keterangan.
Kristoforus Efi mengaku sempat menjenguk Dokter Icha saat dirawat di Rumah Sakit Leona, Kefamenanu. Kedatangannya saat itu berkaitan dengan kondisi kesehatan Dokter Icha setelah adanya dugaan intimidasi dari tiga oknum anggota DPRD TTU.
"Saya diundang penyidik sebagai saksi karena saya dianggap sempat mengunjungi Dokter Icha saat dirawat di rumah sakit," kata Kristoforus Efi di Kupang, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca Juga :
Polda NTT Periksa 36 Saksi Kasus Kematian Dokter IchaIa menyebut kedatangannya ke rumah sakit merupakan bentuk perhatian kelembagaan DPRD TTU setelah menerima laporan dari pihak keluarga mengenai kondisi kesehatan Dokter Icha.
"Sekitar tanggal 17 Juni pagi kami mendapatkan laporan lisan dari keluarga almarhum Dokter Icha sehingga malam harinya saya berinisiatif mengunjungi Dokter Icha di rumah sakit," ungkapnya.
Ketua DPRD Timor Tengah Utara (TTU) Kristoforus Efi. (Metro TV/ Ferdinandus Rabu)
Diketahui, Kristoforus Efi tiba di Mapolda NTT sekitar pukul 11.00 WITA. Ia sempat menyapa awak media sebelum langsung menuju ruang penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT untuk menjalani pemeriksaan.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sebanyak 39 orang saksi dalam kasus tersebut. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap empat orang terlapor terkait dugaan intimidasi, yakni tiga oknum anggota DPRD TTU dan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN).



