Chief Operating Officer Mazda Indonesia, Ricky Thio, mengatakan kenaikan harga BBM turut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan konsumen. Meski demikian, perusahaan berupaya menjaga minat pembeli dengan menonjolkan nilai tambah yang ditawarkan setiap produk.
"Ya, ada, beberapa pelanggan kami ada yang tanya, ada yang jadi berpikir-pikir, tapi, tugas kita adalah memberikan jawaban, menjelaskan dari segi nilai-nilai yang beda," kata Ricky pada Rabu (15-7-2026) di Simprug Jakarta Selatan.
Menurut Ricky dampak kenaikan harga BBM terhadap pasar otomotif memang tidak bisa diabaikan. Namun besarnya pengaruh tersebut masih dapat dikelola melalui strategi yang tepat dalam memberikan edukasi kepada konsumen. Baca Juga:
Aira ev Tampil Perdana, Intip Perjalanan 9 Tahun Wuling di Indonesia
"Jadi, saya rasa bohong kalau misalnya ada pergerakan yang cukup besar di pasar atau di masyarakat tidak memberikan dampak apa-apa," ia menambahkan.
Ricky mengungkapkan ada sejumlah konsumen yang menunda atau kembali mempertimbangkan rencana pembelian kendaraan setelah harga BBM mengalami kenaikan. Namun ia tidak merinci jumlah maupun persentase perubahan tersebut.
"Ada, satu dua pasti ada. Tidak mungkin sama sekali tidak ada. Kalau saya bilang sama sekali tidak ada, itu artinya saya bohong. Tapi, bagaimana cara kita mengelolanya saja, dan bagaimana kita bisa tetap stabil," katanya.
Untuk menjaga penjualan tetap stabil, Mazda Indonesia mengedepankan keunggulan produk dan nilai yang diterima konsumen. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga daya tarik kendaraan Mazda di tengah meningkatnya biaya operasional kendaraan akibat kenaikan harga BBM.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)





