Kakek berinisial S (64), juru parkir yang jadi korban tabrak lari di Jalan Monjali, Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, meninggal dunia. S sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami luka patah tulang.
"Korban meninggal dunia saat menjalani penanganan medis di RSUP Dr. Sardjito," kata Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro dalam keterangannya, Jumat (17/7).
Argo mengatakan saat ini Unit Gakkum Satlantas Polresta Sleman tengah menyelidiki untuk mengungkap identitas pengemudi kendaraan yang menabrak S.
"Saat ini penyidik masih mendalami kronologi kejadian, termasuk terkait keberadaan pengemudi pada benturan pertama setelah kecelakaan. Kami belum dapat menyimpulkan adanya dugaan tabrak lari sebelum proses penyelidikan selesai," katanya.
Polisi juga akan mendalami apakah ada dashcam di mobil Agya yang berpapasan dengan mobil penabrak S ini. Mobil Agya tersebut mengalami kerusakan bemper karena benturan dengan korban yang terpental akibat tabrakan pertama.
Selain itu CCTV sekitar juga akan dicek. "Sementara ini penyidik masih mencari CCTV terjelas disekitar lokasi kejadian," katanya.
Diberitakan sebelumnya, seorang kakek berinisial S (64) yang sehari-hari berprofesi sebagai juru parkir jadi korban tabrak lari di Jalan Monjali, Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada Kamis (16/7) pukul 18.01 WIB.
"Berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi kejadian, diduga seorang pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan terlibat benturan dengan kendaraan yang hingga kini belum diketahui identitasnya," kata Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro.
Akibat tabrakan itu, korban terpental ke jalur berlawanan. Di waktu bersamaan melaju mobil Toyota Agya dari selatan ke utara. Kendaraan mengalami kerusakan bemper akibat benturan dengan korban.





