Tok! Pemegang Saham Setuju Astra International Buyback Saham Rp8 Triliun

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Astra International Tbk (ASII) resmi memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp8 triliun. Persetujuan itu diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat, 17 Juli 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, seperti dikutip Sabtu (18/7/2026), program buyback akan berlangsung selama 12 bulan, yakni mulai 20 Juli 2026 hingga 16 Juli 2027. Seluruh pendanaan aksi korporasi ini akan berasal dari kas internal perusahaan, sehingga tidak melibatkan pinjaman atau pembiayaan dari pihak lain.

Pelaksanaan buyback juga tetap mengacu pada ketentuan regulator. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, serta tetap menjaga porsi saham yang beredar di publik (free float) minimal 15 persen.

Manajemen ASII menjelaskan bahwa buyback merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

"Langkah ini juga menjadi salah satu instrumen untuk mengoptimalkan alokasi modal sekaligus memberikan potensi imbal hasil yang lebih baik kepada investor," tulis Manajemen ASII.

Di sisi lain, manajemen ASII memastikan program tersebut tidak akan mengganggu rencana ekspansi maupun kondisi keuangan perusahaan. Perseroan menilai posisi kas dan arus kas operasional saat ini masih sangat memadai untuk membiayai buyback sekaligus mendukung kegiatan bisnis yang sedang berjalan.

Sebelumnya, pada periode 16 Maret hingga 15 Juni 2026, Astra telah merealisasikan buyback senilai sekitar Rp810,7 miliar dengan membeli kembali 153,42 juta saham. Harga rata-rata pembelian tercatat sebesar Rp5.283 per saham.

Baca Juga: MSCI Ubah Aturan Saham yang Naik Ekstrem, Berpotensi Pengaruhi Peluang Emiten Masuk Indeks Global

Baca Juga: Total Aset 10 Emiten Teratas dalam Daftar Saham HSC BEI, Siapa yang Paling Jumbo?

Nilai realisasi tersebut baru mencapai sekitar 40,5 persen dari total anggaran buyback sebelumnya yang sebesar Rp2 triliun. Program tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tingginya volatilitas pasar yang terjadi pada 13 Maret 2026.

Saham MSOP buat Karyawan

Selain menyetujui program buyback baru, pemegang saham juga memberikan persetujuan kepada Astra untuk mengalihkan hingga 100 juta saham treasuri melalui skema Management Stock Option Plan (MSOP) atau program kepemilikan saham bagi manajemen perusahaan.

Saham yang akan dialihkan berasal dari hasil buyback yang telah dilakukan dalam tiga periode. Hingga saat ini, Astra memiliki total 563.492.100 saham treasuri.

Jumlah tersebut terdiri atas:

  • 305.213.900 saham hasil buyback periode pertama (3 November 2025–13 Januari 2026)
  • 104.850.800 saham hasil buyback periode kedua (19 Januari–25 Februari 2026)
  • 153.427.400 saham hasil buyback periode ketiga (16 Maret–15 Juni 2026).

Saham yang akan digunakan dalam program MSOP berasal dari saham treasuri hasil buyback periode ketiga. Program kepemilikan saham bagi manajemen tersebut direncanakan berlangsung selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai keputusan perusahaan.

Dengan langkah ini, manajemen ASII berharap dapat menjaga struktur permodalan yang sehat, meningkatkan kepercayaan investor, sekaligus memperkuat komitmen manajemen dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FIFA Pasarkan Potongan Rumput Lapangan Final Piala Dunia 2026 sebagai Koleksi, Simak Harganya
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Don Ritto Langsung Ditahan Kejagung, Kuasa Hukum Syok dan Bantah Keterkaitan dengan Febrie
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Keniscayaan AI Mewarnai Kontestasi Politik
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Hotman sebut Febrie tak ditahan Kejagung, semua tuduhan terbantahkan
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Mantan Menkumham Hamid Awaludin Desak KPK Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus, Ini Alasannya | ROSI
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.