BEKASI, KOMPAS.TV - Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Salah satu daerah yang terdampak adalah Desa Sukasari, Kecamatan Serangbaru, di mana ratusan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur-sumur yang mengering.
Sedikitnya 150 kepala keluarga (KK) di Desa Sukasari terdampak kekeringan. Warga terpaksa mencari sumber air hingga sejauh satu kilometer dari rumah mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Daftar Kartu Layanan Gratis Transjakarta di CFD Jakarta Besok, Simak Lokasi dan Syarat
Kondisi tersebut bahkan memaksa sebagian warga membeli air bersih karena pasokan air tanah tidak lagi mencukupi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah mengerahkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Namun, seiring meluasnya dampak kekeringan, jumlah warga yang membutuhkan bantuan terus bertambah.
Salah seorang warga, Samilah, mengaku sudah sekitar satu bulan terakhir harus mengambil air dari rumah kerabat yang berjarak sekitar satu kilometer karena sumurnya mengering.
Selain mengambil air, ia juga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Dalam satu hari, Samilah membeli satu kempu atau sekitar 1.000 liter air dengan harga Rp100.000. Air tersebut hanya cukup digunakan selama tiga hari.
"Bantuan baru dapat hari ini," ujar Samilah, dalam laporan reporter KompasTV, Alexander Blegur, Sabtu (18/7/2026).
Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- musim kemarau 2026
- kekeringan
- krisis air bersih
- bekasi
- terdampak





