Pakai Nama Asli sebagai Private Investigator, Jubun: Profesionalisme Berawal dari Transparansi

jpnn.com
20 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Private investigator Jubun menegaskan tetap menggunakan nama asli dalam menjalankan profesinya. Dia menilai identitas yang jelas menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan profesionalisme di bidang investigasi.

Menurut Jubun, profesi detektif selama ini kerap dikaitkan dengan sosok misterius yang menggunakan identitas samaran. Namun, dia menilai anggapan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh cerita fiksi dibandingkan praktik investigasi profesional.

BACA JUGA: Foto Profil Dicatut untuk Akun WhatsApp Palsu, Detektif Jubun Beri Peringatan

Jubun mengatakan kepercayaan klien tidak dibangun melalui citra misterius, melainkan melalui rekam jejak, integritas, dan tanggung jawab.

Sebab, seorang private investigator menangani berbagai persoalan sensitif, mulai dari dugaan perselingkuhan, penipuan, penggelapan, pencarian orang, hingga sengketa bisnis.

BACA JUGA: Detektif Jubun Bongkar Modus Penipuan Online Lintas Pulau, KTP Tak Lagi Jadi Jaminan

"Sejak memulai karier sebagai private investigator, saya menggunakan nama asli. Saya percaya kepercayaan hanya dapat dibangun melalui identitas yang jelas, rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan, serta integritas yang konsisten," ujar Jubun, dalam keterangannya, Senin (20/7).

Dia menilai klien berhak mengetahui siapa sosok yang menangani kasus mereka, termasuk pihak yang memegang informasi penting dan bertanggung jawab atas setiap proses investigasi. Karena itu, transparansi dinilai menjadi salah satu fondasi profesionalisme.

"Klien berhak mengetahui siapa orang yang mereka percayai, siapa yang memegang informasi penting mereka, dan siapa yang akan bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu. Transparansi justru merupakan fondasi profesionalisme," katanya.

Jubun juga menanggapi pertanyaan mengenai keputusannya menampilkan istri dan anak di media sosial meski berprofesi sebagai private investigator.

Menurutnya, keluarga bukan sesuatu yang harus disembunyikan selama pekerjaan dijalankan secara profesional dan sesuai hukum.

Dia menegaskan tugas seorang private investigator adalah membantu mengungkap fakta dan mencari kebenaran, bukan melakukan intimidasi atau tindakan yang melanggar hukum.

Oleh karena itu, ia tidak merasa perlu menggunakan identitas palsu dalam menjalankan profesinya.

Dalam setiap penugasan, Jubun mengaku tetap mengedepankan kehati-hatian, menjaga kerahasiaan klien, serta menerapkan prosedur keamanan yang diperlukan. Namun, ia memilih tidak menjalani profesinya dengan rasa takut.

Menurut Jubun, esensi profesi private investigator bukan sekadar mengumpulkan bukti, melainkan menjaga kepercayaan klien.

Dia meyakini identitas yang jelas, integritas yang teruji, dan tanggung jawab moral merupakan modal utama untuk membangun kepercayaan publik terhadap profesi tersebut. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenkeu Tekankan IA UoB Miliki Peran Tuju Indonesia Emas 2045
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
SWSI Soroti Transparansi Kasus Mantan Jampidsus dan Sentil Ucapan Hotman Paris ke Jurnalis
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Polri Sebut Kasus Kredit PPA Rugikan Negara Hampir Rp 40 Miliar
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
 AS Mengajukan “Undang-Undang Penghentian Represi Transnasional” untuk Melawan Infiltrasi Partai Komunis Tiongkok di Dunia
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
Menhut Dorong Penggunaan Drone Pengawas Hutan
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.