Tel Aviv: Sebanyak 14 pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tiba di Israel di tengah eskalasi ketegangan dengan Iran.
Menurut laporan media Israel, Walla pada Minggu, 19 Juli 2026, yang mengutip sumber anonim di Angkatan Udara Israel, militer AS berencana menempatkan hingga 100 pesawat pengisian bahan bakar di sejumlah pangkalan militer Israel serta Bandara Ramon di wilayah selatan negara itu.
"Jika Amerika meningkatkan serangannya terhadap Iran, hal itu akan memerlukan pengerahan lebih banyak pesawat pengisian bahan bakar Amerika Serikat ke Israel," kata sumber tersebut, dikutip dari Anadolu.
Sumber itu juga mengatakan pesawat-pesawat tersebut kemungkinan akan mendarat di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv apabila pengerahan tambahan dilakukan.
Laporan itu juga menyebut saat ini sudah terdapat 33 pesawat pengisian bahan bakar militer AS yang diparkir di Bandara Ben Gurion, di tengah peringatan Israel mengenai potensi gangguan terhadap penerbangan sipil selama musim liburan.
Sebelumnya, lembaga penyiaran publik Israel KAN melaporkan pemerintahan Presiden Donald Trump telah memberi tahu Israel mengenai rencana penyesuaian pengerahan militer AS di kawasan, termasuk pengiriman tambahan pesawat pengisian bahan bakar. Sebagian di antaranya disebut telah tiba di Pangkalan Udara Ovda di Israel selatan.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone yang menyasar negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.
Amerika Serikat dan Iran sempat mencapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju kesepakatan damai. Namun, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah kedua pihak kembali saling menyerang di kawasan Selat Hormuz.
Baca juga: Lebih dari 50 Warga Iran Tewas dan 500 Terluka Akibat Serangan AS Sejak Akhir Juni




