Golkar Minta Dua Kadernya yang Adu Jotos di DPRD Riau Minta Maaf ke Publik

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta dua kader Partai Golkar yang terlibat adu jotos hingga berujung kericuhan di DPRD Riau menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Riau. Mereka yakni Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet.

Doli juga meminta DPD Partai Golkar Riau mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi, termasuk mendorong kedua kadernya meminta maaf kepada publik.

“Dan secara internal saya juga meminta nanti ada pembicaraan ya di tingkat kepengurusan DPD Golkar Riau, bisa ya mengatasi masalah ini termasuk saudara Parisman dan saudara Eet untuk bisa meminta maaf ya kepada masyarakat Riau. Dan setahu saya kemarin saudara Parisman sudah menyampaikan pernyataan itu. Karena saya sudah menghubungi langsung,” kata Doli saat dikonfirmasi, Senin (20/7).

Namun hingga kini, Doli mengaku belum dapat menghubungi Eet. Doli berharap kedua kadernya sama-sama menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

“Tapi sampai saat ini saya belum bisa menghubungi saudara Eet. Nah dalam kesempatan ini, mungkin ini juga sebagai pesan supaya kedua belah pihak, baik masing-masing itu bisa menyampaikan permohonan maaf dan kemudian nanti bersama-sama rekonsiliasi dan juga kemudian minta maaf bersama kepada masyarakat Riau,” ujarnya.

Doli berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh wakil rakyat. Menurutnya, anggota legislatif merupakan figur yang menjadi panutan masyarakat sehingga harus mampu memberikan contoh yang baik.

“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran kita semua. Sebagai seorang wakil rakyat yang tentu juga dianggap menjadi pimpinan, menjadi panutan, sebaiknya kita memberikan contoh yang baik pada masyarakat,” tutur Doli.

“Selesaikan semua masalah dengan kepala dingin, dengan dialog penuh dengan objektivitas dan rasional. Tidak emosional ya, sehingga memang ada solusi-solusi yang pasti muncul karena situasi masyarakat kita saat ini sedang tidak baik-baik saja,” sambungnya.

Ia menambahkan, masyarakat saat ini berharap para pemimpin mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan, bukan justru menambah konflik akibat masalah pribadi di antara sesama wakil rakyat.

“Mereka berharap semua pimpinan kita ini bisa membimbing dan membina mereka untuk bisa keluar dari masalah. Jadi jangan buat masalah baru apalagi masalah itu urusan konflik personal di antara sesama kita wakil rakyat,” kata Doli.

Sebelumnya, suasana Gedung DPRD Provinsi Riau yang biasanya kondusif mendadak ricuh pada Kamis (16/7/2026) siang. Bentrokan antarpendukung dua anggota DPRD Riau pecah usai rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Aksi saling pukul hingga pelemparan barang terjadi di ruang rapat dan lobi Gedung DPRD Riau.

Kericuhan diduga dipicu perselisihan antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet yang sama-sama berasal dari Fraksi Partai Golkar.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ketegangan bermula saat rapat Banggar yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Riau Tahun Anggaran 2025 berlangsung sejak pagi.

Dalam rapat tersebut, Indra Gunawan Eet menyampaikan tanggapan yang menyinggung dugaan keterlibatan pimpinan DPRD Riau dalam pergeseran APBD Riau 2025. Pernyataan itu memicu interupsi dari Parisman Ihwan yang merasa namanya disinggung.

“Saat Eet menyampaikan tanggapan, langsung diinterupsi Parisman Ihwan yang merasa namanya disebut terlibat dalam pergeseran anggaran dan ingin meluruskan,” ujar salah seorang sumber yang berada di ruang rapat.

Perdebatan keduanya semakin memanas. Mereka disebut saling menunjuk, meninggikan suara, menepuk meja, bahkan saling menantang berduel. Anggota Banggar lainnya kemudian melerai sehingga bentrokan fisik berhasil dicegah.

Karena situasi tidak lagi kondusif, pimpinan rapat memutuskan menskors jalannya rapat. Setelah rapat dilanjutkan dan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB, situasi kembali memanas.

Perdebatan kedua legislator kembali terjadi dan dengan cepat memicu bentrokan antarpendukung.

Aksi saling pukul, saling maki, hingga pelemparan barang pun tak terhindarkan. Sejumlah barang, termasuk asbak yang berada di ruang rapat, dilaporkan sempat dilempar saat bentrokan berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Vietnam Ungkap Alasan Timnas Indonesia Patut Minder dengan Trio Naturalisasi Vietnam di Piala AFF 2026
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Hak dan Kewajiban Ojol Bakal Diatur di Undang-undang Tersendiri
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Heboh Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes, KPK Ingatkan Potensi Korupsi
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo: Kopdes Awalnya untuk Hilangkan Rentenir yang Isap Uang Petani
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Jaringan Air Bersih Kian Menjangkau Warga, Permintaan Dropping Air Bersih di Kulon Progo Diklaim Masih Minim
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.