Anwar Abbas: Anak Buah Prabowo Jadi Musuh dalam Selimut

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Anwar Abbas, menyoroti paradoks dalam upaya pemberantasan korupsi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di satu sisi, kata dia, Presiden Prabowo memiliki semangat tinggi untuk memberantas korupsi, namun di sisi lain justru anak buahnya sendiri yang terlibat dalam kasus serupa, termasuk dalam program unggulan.

Anwar mengungkapkan bahwa meskipun sudah satu tahun sembilan bulan Prabowo menjabat, praktik korupsi dinilainya belum juga menciut. Ia mengibaratkan upaya pemberantasan saat ini seperti permainan pukul tikus tanah yang dulu ada di pusat permainan.

BACA JUGA: Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Militerisasi KDMP di Adonara

"Yang terjadi kita lihat Prabowo seperti main pukul-muncul atau pukul tikus tanah yaitu sejenis permainan yang dulu banyak ditemukan di tempat permainan atau timezone. Begitu tikusnya muncul cepat-cepat kita pukul, tapi begitu kita pukul maka tikus di lobang lain juga muncul lagi dan begitulah seterusnya sehingga waktu Prabowo habis untuk itu," ujar Anwar dalam pernyataannya.

Dia mencatat sejumlah kasus besar yang berhasil diungkap di masa pemerintahan Prabowo, termasuk kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina tahun 2018-2023 dengan kerugian negara ditaksir sekitar Rp193,7 triliun hingga Rp285 triliun yang dibongkar Kejagung pada Februari 2025. Selain itu, ada pula kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook Kemendikbudristek tahun 2019-2022 dengan kerugian Rp1,98 triliun yang pengumuman tersangkanya terjadi pada September 2025.

BACA JUGA: Krisis Anggaran Angkutan Pelayaran Perintis di NTT Mengancam Program MBG & KDMP

Namun, yang menjadi sorotan utama adalah korupsi yang terjadi di internal pemerintahan Prabowo sendiri. Anwar menyebut kasus pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan yang ditangkap KPK pada Agustus 2025, serta kasus dugaan korupsi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Anwar, penangkapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta dua wakilnya oleh tim penyidik Kejaksaan Agung pada Rabu, 3 Juni 2026, menjadi bukti nyata bahwa pembantu presiden turut melakukan pelanggaran serupa. Terkait program unggulan tersebut, Anwar menyebut tindakan anak buah Prabowo sangat mengecewakan.

BACA JUGA: Ketum ReJO for Prabowo-Gibran: Supremasi Hukum Jelas, Istana Tak Perlu Klarifikasi Kasus Febri

"Di sinilah terjadi paradoks dalam paradoks dan yang melakukan itu adalah anak buah sendiri yang dia tunjuk. Benar-benar tega itu anak buah. Menggunting dalam lipatan dan menikam dari belakang. Mereka benar-benar telah menjadi musuh dalam selimut bagi Prabowo," tegas Anwar.

Dia lantas membandingkan kondisi ini dengan kepemimpinan Presiden El Salvador, Nayib Bukele, yang dianggapnya akan tegas mengambil tindakan jika menghadapi situasi serupa.

Sementara itu, terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Anwar mengakui belum ada laporan kasus korupsi. Namun, ia menyoroti banyaknya potensi pelanggaran di program tersebut.

"Pertanyaannya apakah Prabowo akan membiarkan hal itu terus berlangsung? Tidak tahu," pungkas Anwar Abbas. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sebut Indonesia Juara Utama Digitalisasi Pendidikan oleh PBB, Prabowo: Kita Diakui Dunia


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WHO-UNICEF: Cakupan Imunisasi Anak Indonesia Meningkat, Capai 82 Persen di 2025
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Riwayat Pendidikan RM Napitupulu, Pengacara Lulusan Kampus Atma Jaya Pernah Magang di Firma Hotman Paris
• 8 jam laludisway.id
thumb
Dewan Pers Kecam Pernyataan Hotman Paris yang Melecehkan Profesi Wartawan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Strategi Paramount Land Jaga Penjualan Rumah di Era Bunga Tinggi
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
SDN Makin Sepi Peminat, MPR Desak Sistem SPMB Dirombak Total
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.