Timnas Indonesia memasuki babak baru menjelang Piala AFF 2026 dengan menunjuk John Herdman sebagai pelatih. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya PSSI mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara. Sejak Piala AFF pertama kali digelar pada 1996, Indonesia memang belum pernah mengangkat trofi meski tercatat sebagai tim dengan jumlah runner-up terbanyak.
Piala AFF 2026 merupakan edisi ke-16 sejak kompetisi tersebut bergulir. Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak pernah absen berpartisipasi bersama Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Myanmar. Namun, dari 15 edisi sebelumnya, skuad Garuda enam kali harus puas finis sebagai runner-up, yakni pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Catatan tersebut membuat PSSI kembali melakukan perubahan di kursi pelatih dengan harapan dapat memutus tren tersebut.
Berdasarkan pemberitaan CNN Indonesia, Herdman menjadi pelatih ke-11 yang menangani Timnas Indonesia di ajang Piala AFF. Rekam jejaknya yang pernah membawa Timnas Kanada kembali tampil di Piala Dunia FIFA 2022 setelah penantian selama 36 tahun menjadi salah satu alasan utama penunjukannya. Kini, pelatih asal Inggris tersebut diharapkan mampu membawa Indonesia meraih gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya.
John Herdman lahir di Consett, County Durham, Inggris, pada 19 Juli 1975. Meski berasal dari Inggris, sebagian besar perjalanan karier kepelatihannya dihabiskan bersama federasi sepak bola Selandia Baru dan Kanada. Pengalaman panjang menangani tim nasional di level internasional menjadikannya salah satu pelatih yang memiliki reputasi cukup baik dalam membangun tim dari tahap pengembangan hingga mampu bersaing di turnamen besar.
Karier Herdman mulai dikenal ketika dipercaya melatih Tim Nasional Putri Selandia Baru pada 2006. Selama lima tahun menangani tim tersebut, ia berhasil meningkatkan daya saing Selandia Baru di kawasan Oseania dan membawa tim tampil di berbagai kompetisi internasional.
Pada 2011, Herdman menerima tantangan baru sebagai pelatih Timnas Putri Kanada. Di bawah kepemimpinannya, Kanada berkembang menjadi salah satu kekuatan sepak bola putri dunia. Ia membawa Kanada meraih medali perunggu pada Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016, sekaligus meningkatkan konsistensi penampilan tim dalam berbagai ajang internasional.
Keberhasilan tersebut membuat Federasi Sepak Bola Kanada mempercayainya menangani Timnas Putra Kanada mulai 2018. Keputusan itu tergolong tidak lazim karena sangat sedikit pelatih yang berpindah dari tim putri ke tim putra di level internasional. Namun, Herdman berhasil membuktikan kemampuannya dengan mengantarkan Kanada lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 untuk pertama kalinya sejak 1986.
Sebelum menerima tugas melatih Timnas Indonesia, Herdman juga sempat menangani klub Toronto FC di kompetisi Major League Soccer (MLS). Pengalaman di level klub dan tim nasional memperkaya kemampuannya dalam membangun sistem permainan maupun mengembangkan kualitas individu pemain.
Perjalanan Karier dan Prestasi John HerdmanSejumlah pencapaian penting yang pernah diraih Herdman antara lain membawa Timnas Putri Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade, mengembangkan Timnas Putri Selandia Baru menjadi salah satu kekuatan di kawasan Oseania, serta membawa Timnas Putra Kanada lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 setelah penantian selama 36 tahun. Prestasi tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu pelatih yang berhasil membangun fondasi tim nasional secara berkelanjutan.
Selain itu, Herdman juga tercatat sebagai pelatih pertama yang mampu membawa tim putri dan tim putra dari negara yang sama tampil di Piala Dunia FIFA. Pencapaian tersebut menjadi bukti kemampuannya beradaptasi dengan karakter pemain dan kebutuhan tim yang berbeda.
Pengalaman menghadapi tim-tim kuat di kawasan CONCACAF juga menjadi modal penting saat menangani Indonesia. PSSI berharap pengalaman tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas permainan Timnas Indonesia, baik dari sisi taktik, organisasi permainan, maupun mental bertanding ketika menghadapi pertandingan penting.




