VIVA – Bagi generasi yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an, bermain game bukan sekadar soal menyelesaikan misi atau menamatkan cerita. Ada banyak kebiasaan sederhana yang kini nyaris menghilang, mulai dari membawa memory card sendiri ke tempat rental PlayStation hingga rela mengantre demi mendapatkan giliran bermain.
Di tengah era konsol modern yang sudah mendukung penyimpanan internal, cloud save, dan layanan digital, kenangan tersebut masih melekat di benak banyak gamer. Benda kecil bernama memory card dan suasana rental PS1 menjadi bagian penting dari sejarah awal perkembangan industri game konsol.
Memory Card, Benda Kecil yang Sangat Berharga
Saat PlayStation pertama hadir dirangkum VIVA Kamis, 23 Juli 2026, konsol tersebut belum memiliki media penyimpanan internal untuk menyimpan progres permainan. Sebagai gantinya, pemain harus menggunakan memory card yang dipasang pada slot khusus di bagian depan konsol. Tanpa aksesori ini, perjalanan dalam game harus diulang dari awal setiap kali konsol dimatikan.
Karena kapasitasnya terbatas, pemain sering kali harus mengatur ruang penyimpanan dengan cermat. Tidak sedikit yang memiliki lebih dari satu memory card agar bisa menyimpan data dari berbagai game favorit.
Memory card juga menjadi barang yang selalu dibawa ketika bermain di rumah teman atau di rental PlayStation. Kehilangannya bisa berarti hilangnya puluhan bahkan ratusan jam progres permainan.
Rental PS1, Tempat Berkumpul Para Gamer
Sebelum internet cepat dan game digital menjadi hal biasa, rental PlayStation menjamur di berbagai daerah, termasuk Indonesia.
Dengan biaya sewa yang relatif terjangkau, anak-anak dan remaja dapat menikmati berbagai game tanpa harus membeli konsol sendiri. Tempat-tempat ini juga menjadi ruang berkumpul, saling berbagi tips, hingga mengadakan pertandingan persahabatan.
Game seperti Winning Eleven, Crash Bandicoot, Tekken 3, Metal Slug, Resident Evil, Harvest Moon: Back to Nature, Gran Turismo, hingga Final Fantasy VII menjadi langganan para pengunjung rental.
Antre Giliran Sudah Jadi Hal Biasa
Pada masa kejayaan PS1, pemandangan pemain yang menunggu giliran bermain merupakan hal lumrah.





