JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai kerangka bangunan SD Negeri (SDN) Kebayoran Lama Selatan 09 tidak dipersiapkan dengan baik saat renovasi pada 2011.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membentuk tim investigasi dan inventarisasi untuk mencegah persoalan serupa terulang pada pembangunan sekolah di Jakarta.
Hal itu disampaikan Pramono usai meninjau langsung kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Pramono Pastikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Mulai Dibangun September, Butuh Waktu 10 Bulan
Saat meninjau bangunan sekolah, Pramono mengaku menemukan kondisi kerangka bangunan yang tidak seragam.
Sebagian kerangka masih dalam kondisi baik, sementara sebagian lainnya sudah berkarat dan diduga menjadi penyebab kerusakan bangunan.
"Tadi kalau melihat kerangkanya kelihatan dengan gampang bahwa ada yang masih utuh, ada yang berkarat yang kemudian menyebabkan kerusakan yang ada. Di beberapa tempat tadi kita lihat dengan gampang," kata Pramono.
Baca juga: SDN 09 Kebayoran Lama Jaksel yang Roboh Mulai Dibangun September, Anggarannya Rp 48,1 Miliar
Menurut dia, temuan tersebut menunjukkan adanya persoalan pada proses pembangunan sebelumnya.
"Tim investigasi dan inventarisasi adalah melihat, seperti saya tadi melihat dengan gampang saja, kan tahu bahwa persoalan yang sebenarnya kerangkanya itu tidak dipersiapkan secara proper pada waktu itu, di tahun 2011 dulu. Dan itulah yang saya minta untuk tidak diulangi kembali," ujarnya.
Pramono menjelaskan, tim investigasi tidak dibentuk untuk mencari pihak yang bersalah.
Tim tersebut akan bertugas memeriksa kondisi bangunan sekolah sekaligus memastikan kesalahan serupa tidak kembali terjadi pada proyek pembangunan berikutnya.
Baca juga: Pramono Tertegun Lima Detik Lihat SDN Kebayoran Lama 09 yang Roboh, Minta Dibangun September 2026
Selain itu, Pemprov DKI juga akan mengubah sistem pengawasan pembangunan sekolah.
Menurut Pramono, Dinas Pendidikan tidak lagi menjadi satu-satunya pihak yang mengawasi proyek karena hanya berperan sebagai pengguna bangunan, bukan instansi yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.
Karena itu, pengawasan akan melibatkan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Bina Marga.
"Maka dengan demikian harus ada pengawas untuk itu, dan pengawasnya saya minta bukan dari Dinas Pendidikan. Dinas Pendidikan ini kan pemakainya. Pengawasnya tentunya dari dinas yang lain yang terkait," kata Pramono.
Baca juga: 2 Tahun SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Belum Direnovasi, MBG Tetap Jalan
Ia menambahkan, selama ini pembangunan gedung sekolah memang menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan.
Namun, menurut dia, pekerjaan konstruksi memerlukan pengawasan dari dinas yang memiliki kompetensi teknis.
"Nah, untuk melakukan ini, karena saya tidak mau ini terulang kembali, maka akan ada tim pengawas dan tim inventarisasi supaya tidak terjadi kembali seperti yang sekarang ini terjadi," ujarnya.
Baca juga: Besok, Pramono Akan Tinjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang Roboh 2 Tahun
Selain membentuk tim investigasi, Pramono memastikan pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 akan dimulai paling lambat pada September 2026.
Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 48,1 miliar untuk proyek tersebut yang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 10 bulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




