Kronologi Penjaga Panti Asuhan Ngawi Temukan Bayi dalam Tas Merah

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ngawi (beritajatim.com) – Tangisan bayi dari sebuah mobil yang terparkir di halaman Kantor Panti Asuhan Insan Binsani, Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mengundang perhatian penjaga panti asuhan, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat didatangi dan diperiksa, ternyata terdapat bayi laki-laki di dalam tas berwarna merah yang diletakkan di lantai bagasi mobil tersebut.

Penjaga panti asuhan, Muklis Subekti, awalnya mendengar suara tangisan bayi dari arah mobil yang terparkir di halaman kantor. Ia kemudian mendekati kendaraan tersebut untuk mencari sumber suara. Setelah bagian belakang mobil diperiksa, Muklis mendapati seorang bayi laki-laki berada di dalam tas.

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hanya terbungkus kain jilbab dan dimasukkan ke dalam tas berwarna merah. Mobil tempat bayi ditemukan dalam kondisi pintu tertutup. Berdasarkan dugaan awal, bayi tersebut telah berada di dalam mobil selama sekitar tiga jam sebelum akhirnya ditemukan.

“Saya mendengar tangis bayi. Saya datangi, ternyata di dalam mobil bagian belakang diletakkan di lantai, terbungkus kain jilbab dan dimasukkan dalam tas. Berkat itu kami langsung lapor polisi,” ujar Muklis Subekti, penjaga Panti Asuhan Insan Binsani.

Mengetahui adanya bayi di dalam bagasi mobil, Muklis kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Ngawi Kota yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan sekaligus mengevakuasi bayi.

Kapolsek Ngawi Kota AKP Jais Bintoro mengatakan, bayi tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Ngawi Kota untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Polisi juga masih mendalami dugaan bayi sengaja ditinggalkan di dalam mobil.

“Kita langsung datangi lokasi. Kita bawa bayi ke puskesmas. Untuk dugaan dibuang masih kita dalami. Bayi di dalam mobil sudah tiga jam,” kata AKP Jais Bintoro.

Dari pemeriksaan awal, bayi tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 47 sentimeter dan berat badan 2,475 kilogram. Bayi itu diduga baru dilahirkan sekitar dua hari sebelum ditemukan.

Karena keterbatasan peralatan medis, bayi tersebut kemudian dirujuk dari Puskesmas Ngawi Kota ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeroto Ngawi. Rujukan dilakukan agar bayi mendapatkan penanganan medis yang lebih memadai setelah ditemukan dalam kondisi terbungkus kain dan berada di dalam tas.

Penemuan bayi tersebut kemudian mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi setelah mengetahui adanya bayi yang ditemukan di dalam bagasi mobil. Warga mengaku prihatin sekaligus bersyukur bayi tersebut ditemukan dalam waktu relatif cepat.

“Aduh, kasihan sekali. Untung saja segera ditemukan. Jika tidak, sudah mati. Banyak warga yang ingin mengadopsi. Diduga bayi sengaja dibuang, mungkin malu karena hasil hubungan gelap,” ujar Purwati.

Namun, dugaan mengenai motif dan alasan bayi tersebut ditinggalkan masih belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti siapa pihak yang membawa dan meninggalkan bayi tersebut di dalam bagasi mobil.

Petugas kepolisian juga mengumpulkan rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Rekaman tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk untuk mengungkap kronologi sebelum bayi ditemukan, termasuk mengidentifikasi orang yang diduga menempatkan bayi di dalam mobil.

Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian. Selain memastikan kondisi kesehatan bayi melalui perawatan medis di RSUD dr. Soeroto Ngawi, polisi terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab. Hasil penyelidikan CCTV dan bukti lainnya nantinya akan menjadi bagian penting dalam mengungkap secara utuh kronologi penemuan bayi tersebut. [fiq/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Truk Pengankut 598 Batang Kayu Ilegal Disita di Sumut, Dirjen Gakkum Telusuri Aktor Intelektualnya
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Mensesneg: Pengunduran diri Gubernur BI karena alasan pribadi
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
BI: Perry Warjiyo Mundur Sukarela karena Alasan Pribadi
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kronologi Bentrok Maut di Menteng, Dipicu Sarapan Nasi Uduk
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Sabda Adat ke Langit Kupang, Demi Damai di Bumi Adonara
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.