Pantau - Peselancar longboard putri Indonesia Dhea Natasya harus mengakhiri langkahnya lebih awal pada seri pembuka World Surf League (WSL) Longboard Tour 2026/2027 di ajang US Open of Surfing di Huntington Beach, Amerika Serikat, sementara tiga wakil Indonesia lainnya bersiap tampil pada nomor Challenger Series.
Dhea gagal melaju ke babak 16 besar setelah finis di posisi ketiga pada heat pembuka dengan total nilai 7,04 dan kembali tersingkir pada babak eliminasi usai mengumpulkan 7,53 poin, kalah dari peselancar Italia Giorgia Caimi yang meraih 8,40 poin.
Pelatih kepala timnas surfing Indonesia Arya Subyakto menilai Dhea tetap menunjukkan potensi meski hasil akhir belum berpihak kepadanya.
Ia mengungkapkan, “Sangat disayangkan walaupun dalam heat ini Dhea memiliki skor tunggal tertinggi, namun backup score-nya kurang cukup.”
Arya menambahkan, “Kondisi ombak ditambah angin cross shore pagi tadi membuat kondisi ombak tidak menentu dan sangat sulit dibaca.”
Hasil tersebut menghentikan langkah Dhea pada debutnya di WSL Longboard Tour 2026/2027 setelah sebelumnya datang dengan modal finis ketiga pada WSL Siheung Korea Open QS 6.000 & Longboard Qualifying Series.
Dhea juga sebelumnya mencatat sejarah sebagai peselancar putri Indonesia pertama yang lolos ke WSL Longboard Tour 2026/2027 usai menjuarai WSL Longboard Qualifying Series 1000 Hamamatsu Open 2026 di Jepang.
Perhatian tim Indonesia kini beralih ke nomor Challenger Series shortboard yang akan diikuti Rio Waida, Ketut Agus, dan Dylan Wilcoxen.
Arya optimistis ketiga peselancar tersebut mampu bersaing setelah menunjukkan performa positif selama menjalani latihan.
Ia mengatakan, “Untuk nomor CS shortboard saya rasa atlet-atlet kita, yaitu Rio Waida, Ketut Agus, dan Dylan Wilcoxen, siap dan menunjukkan performa yang baik saat latihan.”
Arya menambahkan, “Semoga saat pertandingan nanti alam akan berpihak kepada kita.”




