Tudingan Ijazah Palsu Hanya Sebagian Kecil Tekanan untuk Jokowi: Musuh Dia Berlapis-lapis...

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Budayawan Mohamad Sobary melontarkan penilaian kritis terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurut Sobary, Jokowi kini menghadapi tekanan dari berbagai arah termasuk tuduhan ijazah palsu, namun tetap memilih bertahan dan tidak menunjukkan keinginan untuk mengakhiri polemik yang berkembang.

Dalam pandangannya, berbagai persoalan hukum maupun kritik yang ditujukan kepada mantan presiden itu membuat mantan kepala negara itu berada dalam situasi yang tidak mudah. Namun Jokowi menurutnya tetap mempertahankan sikapnya dan tidak ingin mengalah terhadap berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Baca Juga: 'Selesai Ini Barang', Aktivis 98 Temukan Sosok Kunci yang Tahu Asal-Usul Ijazah Jokowi

"Musuhnya Jokowi itu berlapis-lapis, tuntutan yang berlapis-lapis. Jokowi tidak mau kalah," katanya, dikutip Rabu (29/7/2026).

Lebih lanjut, Sobary mengatakan politikus itu kini menghadapi banyak pihak yang menurutnya memiliki tuntutan berbeda-beda. Ia menggambarkan tekanan terhadap mantan Presiden itu datang secara berlapis.

Selain menyoroti polemik yang sedang berlangsung, ia juga membandingkan perjalanan hidup mantan presiden itu dari masa muda hingga setelah memegang kekuasaan sebagai pemimpin dari Indonesia.

Menurutnya, Jokowi berasal dari latar belakang masyarakat sederhana yang hidup dalam kondisi ekonomi terbatas. Ia menggambarkan kehidupan Jokowi pada masa itu sebagai bagian dari kelompok masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

"Kalau Jokowi adalah Jokowi wong deso, mari kita tarik Jokowi sebagai orang pinggir kali. Ya otomatis miskin," ujarnya.

"Orang pinggir kali hidup dalam kelas sosial semacam itu. Sekolahnya keteter semacam itu, segalanya parah," lanjut Sobary.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut berubah drastis setelah politikus itu memperoleh kekuasaan dan pengaruh politik. Sobary bahkan menggunakan istilah yang keras untuk menggambarkan perubahan tersebut.

"Tapi dia kan tidak seperti itu, dia sudah berubah menjadi suatu monster yang sangat menakutkan," ucapnya.

Ia mengaitkan perubahan itu dengan pengalaman Jokowi sebagai pemimpin nasional yang pernah memegang kekuasaan serta memiliki sumber daya dan pengaruh politik yang besar.

"Punya duit, pernah berkuasa, pernah memiliki ambisi sangat besar. Pernah merasa dirinya megalomania. Aku orang besar," kata Sobary.

Baca Juga: Dies Natalis UGM: Anies dan Ganjar Rutin Hadir, Jokowi Tak Pernah Terlihat Ikut Acara

Hingga saat ini, polemik mengenai ijazah politikus itu masih diproses melalui jalur hukum. Adapun Joko Widodo (Jokowi) sudah diakui merupakan lulusan Fakultas Kehutanan niversitas Gadjah Mada (UGM). Dokumen akademiknya dinyatakan kampus itu sesuai dengan arsip resmi yang dimiliki universitas. Belum ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap yang menyatakan adanya pemalsuan ijazah sebagaimana tudingan yang beredar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Periksa 7 Saksi Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah, 4 Diantaranya Penyidik Polisi
• 20 jam lalunarasi.tv
thumb
Dalami Soal Temuan Uang, KPK Periksa Plt Gubernur Riau
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Bea Cukai Yogyakarta Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp 916 Juta, Ada Ponsel
• 30 menit lalujpnn.com
thumb
Marak Fenomena Vonis Bebas Masih Dikasasi, Ini Kata Pakar Hukum
• 16 jam laluokezone.com
thumb
FIFA Berpotensi Kucurkan Dana Rp361 Miliar untuk PSSI, Ini Alasannya
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.