Asal-usul Londo Ireng, Mahfud: Diawali Belanda Datangkan Benjamin Thomas Sigar Hadapi Diponegoro

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Istilah "londo ireng" kembali menjadi perbincangan setelah digunakan Presiden Prabowo Subianto. Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan asal-usul istilah itu berdasarkan catatan sejarah yang, menurutnya, berkaitan dengan masa dari Perang Diponegoro.

Mahfud mengatakan istilah "londo ireng" bukan sekadar sebutan biasa, melainkan memiliki konotasi sebagai pihak yang membantu penjajah menghadapi pejuang dari Indonesia. Ia menyebut istilah tersebut mulai dikenal masyarakat ketika penjajah mendatangkan pasukan dari luar untuk membantu menghadapi perlawanan Pangeran Diponegoro.

Baca Juga: Mahfud MD: Tamparan Hotman Paris ke Prabowo Bukanlah Pelanggaran Hukum, Kecuali Presiden Merasa...

"Kerugian Belanda sangat besar sehingga didatangkan Benjamin Sigar. Nah di situlah orang itu menyebut londo ireng, meskipun kulitnya putih tetap disebut londo ireng. Benjamin ini sesudah pulang kan naik pangkat," jelas Mahfud dalam YouTube Mahfud MD Official, dikutip Rabu (29/7/2026).

Menurut Mahfud, istilah "londo ireng" kemudian berkembang sebagai simbol bagi pihak yang dianggap membantu kepentingan penjajah. Karena memiliki sejarah tersebut, ia menilai penggunaan istilah itu terhadap jurnalis, pengamat, maupun lembaga swadaya masyarakat menjadi persoalan serius.

"Jadi kalau orang disebut londo ireng itu kalau kritik dia, seperti pengamat, jurnalis yang paling banyak, itu agak menyakitkan karena londo ireng itu sejarahnya pengkhianatan terhadap perjuangan," katanya.

Mahfud menegaskan kritik terhadap pemerintah tidak bisa disamakan dengan tindakan mengkhianati bangsa. Ia menilai para jurnalis maupun kelompok masyarakat sipil selama ini justru menjalankan fungsi demokrasi dengan menyampaikan kritik dan solusi.

"Kalau kita selalu memberi solusi, masa disebut londo ireng. Kalau londo ireng itu tugasnya menumpas gerakan kemerdekaan," ujarnya.

Adapun Istana Negara memberikan penjelasan berbeda terkait pidato Presiden Prabowo. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengatakan publik telah salah memahami maksud presiden.

Menurut Hasan, Prabowo tidak pernah menyebut seluruh jurnalis maupun lembaga swadaya masyarakat sebagai "londo ireng", melainkan hanya mengingatkan adanya pihak tertentu yang dinilai bekerja untuk kepentingan asing.

Baca Juga: Ahok: Bikin Parpol Baru Juga Tak Berguna, Rakyat Indonesia Sudah Tidak Percaya

Hasan juga menyebut kritik terhadap pidato tersebut lahir karena logical fallacy atau kekeliruan dalam menarik kesimpulan. Ia mencontohkan bahwa tidak semua anggota suatu kelompok otomatis memiliki karakteristik yang sama hanya karena presiden menyebut adanya sebagian pihak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Ancaman PHK ASN Daerah, Wamendagri Buka Suara
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
FIB Unhas Bangun Fondasi Korean Studies, Prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea Jadi Target
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Tak Hanya Balapan, Indonesia International Jetsports Grand Prix 2026 Siap Dongkrak Sport Tourism Tanah Air
• 20 jam laluherstory.co.id
thumb
DPRD Jabar Sambut PSEL Legok Nangka sebagai Solusi Penanganan Sampah
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF: Kebijakan yang Kredibel Jaga Kepercayaan Publik
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.