-
-
-
-
-
Kalau kamu pikir penyelundupan miras itu cuma beberapa dus, pikir lagi. Bea Cukai bersama BAIS TNI baru saja membongkar salah satu kasus terbesar tahun ini. Total 19.142 botol minuman keras disita sebelum sempat beredar di Bali.
Nilainya? Bikin melongo.
Rp12,55 miliar.
Yang bikin makin mengejutkan, botol-botol itu diduga memakai pita cukai palsu, sehingga sekilas terlihat legal padahal negara diperkirakan rugi hingga Rp2,14 miliar.
Kenapa Targetnya Bali?
Jawabannya sederhana.
Bali adalah salah satu pasar minuman beralkohol terbesar di Indonesia karena jutaan wisatawan datang setiap tahun. Menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, sekitar 15 ribu liter miras itu memang diduga dipersiapkan untuk dipasarkan di Pulau Dewata. Menariknya lagi, Bea Cukai menduga isi botolnya kemungkinan asli. Masalahnya ada di pita cukainya. Jadi dari luar terlihat resmi, padahal dokumen cukainya diduga palsu.
Terbongkar Gara-Gara Intelijen
Kasus ini bermula dari informasi soal dugaan distribusi miras ilegal di Denpasar. Tim gabungan langsung bergerak. Sebuah kendaraan dihentikan di kawasan Jalan Padma, Legian. Dari situlah penyidik menelusuri asal barang hingga menggerebek dua lokasi di Denpasar Timur.
Hasilnya bikin kaget.
Ribuan botol berbagai merek ditemukan memenuhi lokasi penyimpanan.
Baca Juga: Belum Seminggu Menjabat jadi Ketua BGN, Sudaryono Sudah Tutup Ratusan Dapur MBG
Sekarang Bukan Lagi Razia Bar
Kalau dulu Bea Cukai sering merazia hotel, restoran, atau bar yang menjual miras ilegal, sekarang strateginya berubah. Mereka memilih langsung memburu gudang distribusi.
Harapannya jelas.
Memutus jalur pasokan sebelum barang sampai ke konsumen.
Siapa Dalangnya?
Sampai sekarang penyidik masih memburu aktor utama di balik jaringan tersebut.
Sedikitnya 10 orang saksi sudah diperiksa. Kalau terbukti bersalah, pelaku bisa dijerat dengan Undang-Undang Cukai yang ancaman hukumannya tidak ringan.
Jadi Gimana Buat Konsumen?
Kasus ini jadi pengingat kalau tidak semua botol yang terlihat resmi benar-benar legal.
Karena itu, kalau lagi nongkrong atau liburan di Bali, sebaiknya beli minuman hanya di tempat yang terpercaya. Soalnya yang dipertaruhkan bukan cuma uang, tapi juga keamanan produk yang kamu konsumsi. (Destarita)





