JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membeberkan cara pihaknya memantau dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menjelaskan, BGN akan mengumpulkan data balita, anak sekolah dari SD, SMP, SMA, serta ibu hamil melalui kerja sama dengan lembaga atau kementerian lain, salah satunya Kementerian Kesehatan (Kemkes).
Dari data tersebut, BGN akan mengetahui kondisi kesehatan dari balita, anak sekolah, sampai ibu hamil yang bisa menjadi penerima manfaat MBG.
Pihaknya juga bisa mengetahui apakah pihak yang masuk kriteria itu sudah mendapatkan MBG atau belum.
"Dapat MBG apa tidak? Setelah dapat MBG lebih baik apa tidak? Ngeceknya bagaimana? Cara mengeceknya adalah melalui cek kesehatan gratis," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Kepala BGN Respons Kejagung soal MBG Boros Rp10,5 Triliun per Tahun
Oleh karena itu, ia mengusulkan ada cek kesehatan gratis lebih dari sekali per tahun untuk balita, anak sekolah, dan ibu hamil agar dampak program MBG bisa terpantau lebih baik.
Mantan asisten pribadi Prabowo Subianto itu menegaskan, setiap program memiliki tiga hal yakni hasil (output), perubahan (outcome), dan dampak (impact).
Ia menjelaskan, dalam konteks MBG, output atau hasil adalah makanan. Maka dari itu, output yang bagus berarti menu MBG yang jumlahnya sesuai, kandungan gizinya lengkap, higienis, juga bersih.
Kemudian outcome yang diharapkan dari hasil tersebut adalah anak-anak yang tadinya mengalami stunting menjadi tidak stunting, anak-anak yang sakit menjadi sehat, anak-anak yang tadinya underweight bisa memiliki berat badan normal.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- bgn
- kepala bgn
- sudaryono
- mbg
- cek kesehatan gratis
- dampak program mbg





