REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- PT PT PLN (Persero) memastikan seluruh listrik yang dihasilkan dari proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka akan dibeli selama 20 tahun. Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar mengatakan kepastian tersebut menjadi salah satu faktor yang menjamin keberlanjutan investasi proyek strategis nasional yang dibangun di Legok Nangka, Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Suroso mengatakan proyek tersebut telah mencapai tahap penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dalam waktu yang relatif singkat. Sejak mendapat penugasan pada Januari, lanjut Suroso, PLN telah merampungkan proses procurement tak lebih dari tiga bulan.
Baca Juga
Senator Warren Selidiki Program Pentagon Rekrut Profesional Bergaji Rp7,2 M
Mitos atau Fakta: Benarkah Radiasi HP Bikin Kanker Otak?
Liverpool Siapkan Tawaran Fantastis untuk Bradley Barcola, PSG Terancam Kehilangan Bintang Mudanya
"Hanya tiga bulan akhirnya kita sudah mencapai yang namanya perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBL) Atau Power Purchase Agreement (PPA) yang periodenya mencapai 20 tahun," ujar Suroso saat groundbreaking Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Legok Nangka, Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Dia menjelaskan pembangkit listrik berbasis sampah tersebut akan memiliki kapasitas 40,79 megawatt (MW). Suroso memperkirakan fasilitas tersebut mampu memasok listrik bagi sekitar 40 ribu rumah tangga dengan produksi energi mencapai 310 gigawatt hour (GWh) per tahun.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain menghasilkan listrik, sambung Suroso, fasilitas tersebut juga akan mengolah sampah hingga 2.131 ton per hari atau sekitar 13 persen dari total timbulan sampah di Jawa Barat. Dia berharap pembangunan fasilitas serupa dapat terus diperluas agar semakin banyak sampah yang dapat diolah menjadi energi.
"Program ini perlu dilanjutkan terus, Pak Gubernur, biar 100 persen sampah ini bisa diolah. Ini merupakan energi yang terbarukan karena akan terus-menerus sepanjang ada sampah, maka akan dihasilkan listrik," ucapnya.