Menteri Pertahanan (Menhan) Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman bertemu dengan Presiden Donald Trump dan para pejabat senior Amerika Serikat lainnya di Gedung Putih pada hari Rabu (29/7) waktu setempat. Pertemuan ini digelar beberapa jam setelah serangan gabungan AS-Saudi yang menargetkan para milisi yang didukung Iran di Irak timur.
Dilansir media Al Arabiya, Kamis (30/7/2026), Pangeran Khalid sebenarnya telah dijadwalkan mengunjungi Washington minggu lalu, namun perjalanan itu ditunda, menyusul meningkatnya serangan oleh kelompok-kelompok milisi pro-Iran di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, Pangeran Khalid mengatakan Kerajaan Saudi tidak akan mentolerir serangan terhadap infrastruktur energi atau target sipilnya. Demikian disampaikan sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut kepada Al Arabiya.
Vance menyambut baik kunjungan tersebut dan memuji Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Sumber tersebut mengatakan peran Riyadh dalam serangan ke Irak pada Selasa malam dimaksudkan sebagai pesan, tidak hanya kepada milisi di Irak, tetapi juga kepada kelompok pemberontak Houthi di Yaman, yang menandakan bahwa Kerajaan Saudi tidak akan menerima serangan terhadap fasilitas sipil atau energi.
Pangeran Khalid pun menyerukan untuk meredakan ketegangan regional dan menjaga stabilitas, sekaligus menegaskan bahwa Arab Saudi memiliki kemampuan dan tekad untuk mempertahankan diri bila diperlukan. Dia menambahkan bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak menginginkan konfrontasi regional yang lebih luas.
(ita/ita)





