Grid.ID - Satpam Bundaran HI yang viral rupanya menolak tawaran kerja dari Dedi Mulyadi. Ia mengaku sudah nyaman dengan pekerjaannya saat ini.
Insiden oknum pengemudi Toyota Alphard yang menerobos pelican crossing di kawasan Bundaran HI membawa berkah tersendiri bagi Fiktor Harefa (27). Ia merupakan satpam di sebuah proyek konstruksi MRT.
Fiktor menegur pengemudi Alphard yang tetap melaju di saat lampu berubah menjadi merah. Namun ia justru terpojok dan menerima perlakuan yang tidak mengenakan.
Meskipun sempat heboh di sosial media, kasus tersebut telah selesai secara kekeluargaan. Hal itu mengundang perhatian dari Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat itu juga memberikan tawaran pekerjaan untuk Fiktor. Namun yang mengejutkan, Fiktor menolak tawaran darinya.
Fiktor Tolak Tawaran Dedi Mulyadi
Mengenai hal tersebut, Fiktor mengungkap alasannya menolak tawaran pekerjaam dari Dedi Mulyadi. Rupanya ia mengaku masih nyaman dengan pekerjaannya saat ini sebagai Komandan Regu (Danru) tim pengamanan proyek MRT di area depan Plaza Indonesia dan Hotel Pullman, Jakarta Pusat.
"Saya bilang saya mikir dulu, akhirnya saya tetap di Jakarta saja," ujar Fiktor, dikutip dari Tribun Jakarta.
"Jadi memang saya itu ada keluarga yang di Bandung, kakak saya, tepatnya di Cimahi sih. Nah, saya juga dulu tinggal di sana, dari tahun 2019 tuh, tahun 2024 baru saya menetap ke Jakarta. Tapi kalau orangtua saya masih di kampung, di Nias (Sumatera Utara)," jelasnya.
Baginya, pekerjaan yang baru ia jalani sejak April 2026 lalu ini sangat berharga dan ia masih nyaman dengan pekerjaannya. Terlebih Fiktor sempat melewati masa-masa sulit menganggur selama setahun di Ibu Kota.
"Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini."
"Saya sangat menghargai ke Pak Dedi juga, terima kasih banyak, sudah mengapresiasi saya juga," tutur Fiktor.
Satpam Bundaran HI yang viral rupanya menolak tawaran kerja dari Dedi Mulyadi. Ia mengaku sudah nyaman dengan pekerjaannya saat ini.
Tak hanya menolak tawaran kerja dari Dedi Mulyadi, satpam Bundaran HI yang viral juga mengaku tak bisa mengahadiri panggilan pemeriksaan dari Bid Propam Polda Jawa Barat pada Rabu (29/7/2026). Ia dipanggil untuk kembali bersaksi terkait sidang kode etik tiga anggota polisi yang mengintimidasinya.
"Oh iya, harusnya hari ini ada panggilan lagi di pemeriksaan Bandung, cuman ya saya juga masih kerja. Saya lagi fokus kerja dulu," jelas Fiktor, dikutip dari Kompas.com.
"Kemarin-kemarin kan saya sudah banyak izin, enggak bisa izin lagi apalagi harus ke Bandung, saya mesti fokus kerja," tandasnya. (*)
Artikel Asli




