Terkini, Makassar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XVI pada 20 Agustus 2026 di Swiss-Belhotel Makassar.
Forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi ini akan menjadi momentum evaluasi kepengurusan periode sebelumnya sekaligus memilih Ketua DPD ASITA Sulsel periode 2026–2031.
Ketua Organizing Committee (OC) Musda XVI ASITA Sulsel, Ratu Nurita, menjelaskan bahwa Musda tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga forum untuk merumuskan arah kebijakan organisasi selama lima tahun ke depan.
“Musda merupakan agenda organisasi yang sangat penting karena menjadi forum tertinggi di tingkat daerah untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan. Kami berharap ketua yang terpilih nantinya mampu membawa ASITA Sulawesi Selatan semakin maju dan profesional,” ujarnya saat konferensi pers, Jumat 31 Juli 2026 di salah satu Cafe di Makassar.
Ia mengatakan hingga saat ini telah terdapat empat bakal calon Ketua DPD ASITA Sulsel. Meski demikian, pendaftaran masih dibuka hingga 1 Agustus 2026, sehingga peluang bagi anggota lain untuk ikut mencalonkan diri masih terbuka.
“Bagi kami, munculnya lebih dari satu calon bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Justru ini menunjukkan dinamika organisasi yang sehat dan menjadi bagian dari proses demokrasi di ASITA,” katanya.
Menurutnya, kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat solidaritas antaranggota, meningkatkan kualitas pelayanan organisasi, memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mempercepat transformasi digital, meningkatkan daya saing anggota di tingkat nasional maupun internasional, serta menjadikan ASITA Sulsel sebagai organisasi yang semakin profesional.
Lanjutkan Fondasi Pengembangan Pariwisata
Sementara itu, Ketua DPD ASITA Sulawesi Selatan Didi Leonardo Manaba menegaskan bahwa selama masa kepengurusannya, organisasi telah berupaya membangun fondasi yang kuat bagi pengembangan sektor pariwisata daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Selain aktif mendukung pengembangan destinasi wisata, ASITA Sulsel juga berpartisipasi dalam berbagai agenda promosi nasional maupun internasional bersama Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan potensi Sulawesi Selatan ke pasar global. Bahkan, sejumlah pengurus DPD ASITA Sulsel kini dipercaya menduduki posisi strategis di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASITA.
Ia mengakui kondisi industri pariwisata terus menunjukkan tren positif pascapandemi, termasuk meningkatnya kunjungan wisatawan asal Malaysia. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan, salah satunya penyediaan data dan statistik pariwisata yang lebih komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.
“Yang kami tinggalkan adalah fondasi kerja sama dan jejaring yang kuat. Harapan kami, pengurus berikutnya tidak hanya melanjutkan, tetapi mampu membawa ASITA Sulawesi Selatan menjadi organisasi yang lebih inovatif, kolaboratif, dan semakin memberikan manfaat bagi anggota serta kemajuan pariwisata daerah,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan mendatang mampu memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, Bank Indonesia, BUMN, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), maskapai penerbangan, pengelola bandara, hingga industri asuransi.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat industri perjalanan wisata, baik wisata domestik, internasional, MICE, maupun wisata religi seperti umrah, haji khusus, dan Holyland.
Persiapan Musda Dimatangkan
Didi mengatakan seluruh persiapan Musda telah dilakukan secara maksimal. Selain mempersiapkan proses pemilihan ketua baru, panitia juga memastikan agenda organisasi berjalan lancar dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk media massa sebagai mitra strategis.
“Kedekatan kami dengan teman-teman media sangat penting. Selama ini kami banyak berdiskusi dan bersinergi. Karena itu kami ingin bersilaturahmi sekaligus menyampaikan berbagai persiapan Musda kepada rekan-rekan media,” katanya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena regenerasi kepemimpinan dapat berjalan dengan baik.
“Saya merasa gagal kalau tidak ada kader. Alhamdulillah saat ini ada empat bakal calon yang merupakan leader terbaik dan siap mengabdikan diri untuk memimpin ASITA Sulsel,” ujarnya.
SC Pastikan Musda Berlangsung Damai
Perwakilan Steering Committee Abdullah Gozalgan dan Richard Renald menjelaskan bahwa tugas SC adalah mengawal seluruh tahapan Musda agar berlangsung sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), tertib, aman, dan demokratis.
“Kami berharap Musda ini berlangsung aman, damai, dan penuh kegembiraan. Di ASITA selama ini tidak pernah terjadi keributan dalam pelaksanaan Musda. Mudah-mudahan tradisi itu tetap terjaga,” katanya.
Musda ASITA Sulsel tahun ini mengusung tema “Transformasi ASITA Sulawesi Selatan Menuju Pariwisata yang Kolaboratif, Inovatif, dan Berkelanjutan”, yang masih menunggu pengesahan sebelum diumumkan secara resmi.
Hingga menjelang penutupan pendaftaran, empat bakal calon yang telah mendaftar masing-masing Aliyah Mustika Ilham (MMP Travel), Mars Agung Afiat (Mars Travel), Irsan Ali (Talenta International Tourism), dan Soehardi (Hardy Tours).
Panitia menyatakan apabila jumlah calon tetap empat orang hingga penutupan pendaftaran, maka pemilihan akan dilakukan melalui dua putaran.
Pada putaran pertama seluruh calon akan dipilih oleh peserta Musda, kemudian dua kandidat dengan suara terbanyak akan melaju ke putaran kedua untuk menentukan ketua terpilih.
Selain itu, panitia mencatat terdapat 361 anggota ASITA Sulawesi Selatan yang telah terdaftar dan memiliki hak pilih. Seluruh data keanggotaan akan diverifikasi oleh Organizing Committee agar hanya anggota yang memenuhi persyaratan administrasi yang dapat menggunakan hak suara.
Sementara itu, nama-nama bakal calon akan ditetapkan sebagai calon tetap setelah proses verifikasi administrasi selesai dan diumumkan secara resmi oleh panitia usai penutupan masa pendaftaran.




