Kelompok Hamas mengatakan bahwa pihaknya menyetujui kesepakatan damai Gaza setelah berkonsultasi dengan berbagai faksi Palestina. Hamas juga mengungkapkan alasan mereka memberikan konsesi, yakni mengakhiri perang dan menyelamatkan rakyat Palestina dari kondisi kemanusiaan parah di Jalur Gaza.
Dalam wawancara dengan media Al Arabiya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (31/7/2026), pejabat Hamas, Dr Ghazi Hamad, mengatakan bahwa kesepakatan damai Gaza itu dicapai di tengah kondisi "sulit dan berat" yang dihadapi rakyat Palestina.
Dia menjelaskan bahwa prioritas utama Hamas adalah melindungi warga sipil dan mengakhiri penderitaan kemanusiaan yang berlangsung selama berbulan-bulan di Jalur Gaza. Kendati demikian, Hamad juga menekankan bahwa Hamas tidak akan meninggalkan agenda politik mereka.
Lebih lanjut, Hamad mengatakan bahwa keputusan menyetujui kesepakatan damai Gaza tersebut tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui diskusi intensif dengan kekuatan-kekuatan politik Palestina.
Dalam wawancara tersebut, Hamad mengungkapkan bahwa Hamas telah "memilih untuk melakukan konsesi demi menyelamatkan rakyat Palestina".
Dia menegaskan bahwa konsesi tersebut tidak berarti melepaskan hak-hak nasional ataupun tujuan politik Hamas.
"Kami tidak akan menghentikan upaya kami untuk mencapai tujuan rakyat Palestina," tegas Hamad, sembari mengatakan bahwa kesepakatan tersebut menyikapi realitas saat ini, namun tidak mengubah posisi politik fundamental kelompok Hamas.
(nvc/ita)





