JAKARTA - Polisi masih mendalami informasi terkait kematian Sutrimo yang meninggal di depan Klinik Kecantikan Mordent, Jakarta Selatan, dengan kondisi mulut berbusa. Pihak kepolisian akan meminta keterangan dari dokter RS Muhammadiyah Taman Puring.
"Bahwa penyidik sedang mengirim, sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa. Makanya nanti akan didalami dulu proses tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (31/7/2026).
"Mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar enggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan. Termasuk video-video yang beredar, ambulans, keranda jenazah yang dibawa, ada CCTV. Ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyidik," ujar dia.
Berdasarkan informasi yang beredar, korban pertama kali ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. Pihak kepolisian masih terus melakukan verifikasi terkait identitas dan latar belakang korban.
Baca Juga:Video Detik-detik Penangkapan Roy Suryo Diputar di Sidang PraperadilanDia menerangkan, sebanyak lima orang saksi sudah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan. Mereka adalah sopir ambulans yang membawa jasad korban hingga saksi yang terakhir kali melihat korban di klinik kecantikan tersebut.
"Saudara MA, pihak yang mengenal almarhum dan melihat saksi terakhir kali, yaitu Rabu, 22 Juli 2024, sekira pukul 20.00 di depan Klinik Mordent," ujarnya.
Budi menambahkan, Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan berkoordinasi dengan Puslabfor Polri untuk mengusut kasus tersebut.
"Bersama Puslabfor Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian perkara, olah TKP. Juga melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi, mengambil beberapa barang bukti, mengolah barang bukti, dan dilakukan pendalaman," ujarnya.
#nasional




