HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelurahan Deri, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, menginisiasi pelatihan pembuatan briket dari sekam padi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pada Kamis, 30 Juli 2026. Program kerja ini bertujuan mengoptimalkan limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang KB Kantor Kelurahan Deri ini dipandu oleh Beldian Tandi, mahasiswa Program Studi Rekayasa Kehutanan. Ia menjelaskan kepada peserta tentang potensi sekam padi sebagai bahan baku utama briket serta manfaatnya yang dapat mengurangi asap dan polusi dibandingkan bahan bakar konvensional.
Beldian Tandi mengatakan, “Sekam padi memiliki peluang besar untuk diolah menjadi briket yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat petani.” Peserta kemudian diajak langsung mempraktikkan proses pembuatan briket mulai dari pencampuran arang sekam dengan perekat, pencetakan, hingga pengeringan.
Lurah Kelurahan Deri memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut sangat relevan mengingat mayoritas warga Kelurahan Deri berprofesi sebagai petani padi dengan ketersediaan sekam padi yang melimpah.
“Program ini sangat cocok diimplementasikan kepada masyarakat Kelurahan Deri. Sebagian besar warga di sini merupakan petani padi sehingga sekam padi tersedia dalam jumlah yang banyak. Briket dari sekam padi juga memiliki berbagai manfaat, salah satunya menghasilkan asap yang lebih sedikit sehingga lebih ramah lingkungan dan nyaman digunakan,” jelas Lurah Kelurahan Deri.
Kendati demikian, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih produktif dalam mengelola limbah pertanian sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat pembakaran terbuka sekam padi.
Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah sekam padi secara optimal. Pemanfaatan tersebut tidak hanya mengurangi limbah pertanian yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga menyediakan alternatif bahan bakar yang lebih bersih dan ekonomis bagi masyarakat setempat.
Lebih lanjut, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengedukasi dan memberdayakan masyarakat Kelurahan Deri untuk mengembangkan produk lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (*)





