HARIAN.FAJAR.CO.ID, BONE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Maggenrang memperkenalkan inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga berbahan dasar galon bekas melalui program kerja bertajuk BIOGAS (Biopori Organik Galon Sederhana). Program ini bertujuan mengurangi kebiasaan membakar sampah tanpa pemilahan yang selama ini menjadi masalah lingkungan di desa tersebut.
Program BIOGAS dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, di SDN 277 Palattae, sebagai upaya menjawab persoalan pengelolaan sampah di Desa Maggenrang. Kebiasaan warga yang mencampurkan sampah organik dan anorganik serta membakar seluruh sampah rumah tangga tanpa pemilahan dinilai kurang ramah lingkungan dan berpotensi menimbulkan pencemaran udara.
Melalui program ini, sampah organik dapur dapat diolah secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing. Caranya dengan memodifikasi galon bekas menjadi media biopori sederhana, lalu sampah dapur dimasukkan ke dalamnya dan diberi larutan EM4 untuk mempercepat proses penguraian. Hasil akhirnya berupa kompos alami yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.
Penanggung jawab program, Muh. Fadlan Syah Nu’man, mahasiswa Prodi Ilmu Sejarah, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan solusi sederhana untuk mengelola sampah organik yang selama ini hanya berakhir membusuk atau dibakar.
“Daripada dibiarkan membusuk, kita bisa olah sampah ini menjadi ada manfaatnya,” katanya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Fadlan berharap program BIOGAS dapat mengurangi volume sampah organik yang dibakar oleh warga secara signifikan. Lebih jauh, dia juga menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Program ini menjadi kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah sekaligus memperkenalkan teknologi tepat guna yang murah, mudah diterapkan, dan dapat direplikasi oleh warga di rumah masing-masing. (*)





