JAKARTA, DISWAY.ID - Suasana khidmat berubah menjadi penuh kehangatan saat lantunan Sholawat Padang Bulan menggema di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu malam, 1 Agustus 2026.
Sholawat yang dipimpin Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf tersebut menjadi salah satu rangkaian dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan.
Ribuan jemaah yang memadati kawasan Monas tampak larut mengikuti irama sholawat.
BACA JUGA:Prabowo Batal Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Menag Beberkan Alasannya
Dari pantauan Disway.id, para jemaah kompak menggerakkan kedua tangan mengikuti alunan musik hadroh dan lantunan sholawat yang dibawakan Habib Syekh.
Sesekali, mereka turut bernyanyi bersama--menciptakan suasana yang syahdu sekaligus semarak.
Cahaya lampu panggung berpadu dengan flash dari telepon genggam para jemaah yang diangkat ke udara, menambah semarak suasana malam di kawasan Monas.
BACA JUGA:Daftar 6 Tokoh Agama dalam Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Ribuan Jemaah Menyemut
Dari berbagai penjuru, lantunan sholawat terdengar menggema, diikuti ribuan suara jemaah yang bersahut-sahutan.
Habib Syekh beberapa kali mengajak jemaah untuk terus bershalawat. Ajakan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang tanpa ragu mengikuti setiap bait sholawat hingga lagu berakhir.
"Kurang keras.... Padang Bulan, padange...(lantunan sholat Padang Bulan, RED)," teriak Habib Syekh.
BACA JUGA:Zikir dan Doa Kebangsaan, Sholawat Menggema dari Ribuan Jemaah di Monas
Diketahui, kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan tidak hanya diikuti umat Islam. Sebagai bentuk kebersamaan dan persatuan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Doa juga akan dihaturkan secara bergantian oleh perwakilan enam agama yang diakui di Indonesia.
Perwakilan agama Islam akan dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Husni Ismail. Sementara doa umat Kristen dipimpin Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty.
- 1
- 2
- »





