Pagar yang Memisahkan Pemerintah dan Publik

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

SEPANJANG pekan terakhir, pagar besi tinggi bermunculan di batas halaman sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran di Jakarta dan Surabaya. 

Asosiasi pengelola pusat belanja menyebut pemasangan itu sekadar demi ketertiban dan pembatas dengan ruang publik, khususnya di lokasi kerap dilintasi unjuk rasa. 

Gubernur Jakarta Pramono Anung meminta pagar-pagar itu segera dibongkar karena menurutnya lahir dari kekhawatiran berlebihan, dan ia mengaitkannya dengan ingatan atas kerusuhan Agustus tahun lalu.

Istana pun turut meresponnya. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi meminta masyarakat tidak membesar-besarkan berita menebar ketakutan, dan menegaskan bahwa negara dalam keadaan baik-baik saja.

Pagar besi yang baru saja berdiri itu sesungguhnya tidak menciptakan apa pun.

Ia hanya menerjemahkan ke dalam bahan bangunan sesuatu yang sudah lama ada tetapi tidak kasatmata. 

Jauh sebelum besi ditancapkan di halaman mal, sebuah pagar telah berdiri kokoh di antara mereka memerintah dan mereka diperintah. Pagar yang memisahkan antara pengurus negara dan publik.

Pagar itu terbuat dari dua asumsi kebenaran yang saling menegasi.

Di satu sisi, pemerintah telah lama berada di dalam kebenarannya sendiri, sedemikian rupa sehingga setiap kritik tidak lagi dibaca sebagai pendapat melainkan sebagai serangan yang harus ditangkis.

Sampai-sampai jurnalis, pengamat, dan organisasi masyarakat sipil dicap "londo ireng". 

Di sisi lain, publik pun telah lama berada di dalam kebenarannya sendiri, sedemikian rupa sehingga pidato presiden tidak lagi dibantah dengan argumen melainkan dipotong menjadi klip pendek dan diedarkan sebagai bahan tertawaan sehari-hari dan bahan baku para komika.

Keduanya berbicara dengan lantang. Tidak satu pun berbicara kepada pihak seberang.

Itulah pagar sebenarnya, dan pagar besi bermunculan hanyalah bentuk terlihat dari pagar yang sudah lama berdiri di dalam kepala.

Baca juga: Hujan Kartu Kuning untuk Gaya Kepemimpinan KDM

Sebab pagar tidak pernah sekadar urusan keamanan. Ia pernyataan politik yang dibangun dari besi, dan setiap pagar mengandung satu asumsi yang tidak diucapkan: bahwa yang berada di luar merupakan ancaman bagi yang berada di dalam. 

Pemerintahan dapat membantah asumsi itu lewat pernyataan pers, tetapi pagar tidak dapat membantah dirinya sendiri.

Ia berdiri di sana, terlihat setiap hari oleh siapa pun yang melewatinya, mengatakan hal yang sama tanpa perlu diucapkan.

Res Publica Terbelah

Pagar itu jelas berlawanan dengan konsep republik. Kata republik berasal dari res publica, urusan yang menjadi milik bersama. Lawan dari res privata, urusan yang dipagari untuk diri sendiri. 

Sebuah negara disebut republik tidak lain adalah karena kekuasaan di dalamnya diperlakukan sebagai perkara bersama yang boleh dipersoalkan siapa saja. 

Maka setiap pagar yang berdiri di antara pengambil keputusan dan orang kebanyakan bukan sekadar penanda kerawanan. Ia erosi atas kadar kerepublikan itu sendiri.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Aristoteles menyebut negara sebagai koinonia politike, persekutuan politik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabinet Bayangan Feri Amsari Siapkan Lapor untuk Pemerintahan Prabowo | ROSI
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Menko Polkam: Karhutla di Kalsel-Kalteng terkendali lewat kolaborasi
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Suroto Soroti Kritik Kabinet Bayangan Bentukan Feri Amsari dkk Terhadap Kopdes | ROSI
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Cara Cek Penerima PKH Agustus 2026 Pakai Data KTP di HP
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Membandingkan Game RPG Jepang dan Barat, Dua Filosofi Desain yang Membentuk Industri Game Selama Puluhan Tahun
• 53 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.