Brussel: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Spanyol dan Maroko atas penanganan krisis migran di wilayah kantong Ceuta, seraya menegaskan pentingnya memperkuat perbatasan luar Uni Eropa (UE).
Dalam surat kepada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez yang diperoleh harian El Pais, Senin, 3 Agustus 2026, von der Leyen mengatakan gelombang penyeberangan ilegal berskala besar ke Ceuta menunjukkan perlunya penguatan pengamanan di titik-titik perbatasan strategis Uni Eropa.
"Setelah insiden ini, jelas bahwa kita perlu semakin memperkuat perbatasan kita di titik-titik yang kritis," tulis von der Leyen.
Ia memuji pemerintah Spanyol dan Maroko karena dinilai mampu menangani situasi tersebut secara "efisien dan efektif", termasuk mencegah para migran melanjutkan perjalanan secara ilegal ke daratan Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya. Tegaskan Solidaritas Uni Eropa Von der Leyen juga menegaskan Komisi Eropa akan terus mendukung Spanyol dalam menghadapi krisis tersebut. "Solidaritas Eropa merupakan inti dari proyek Uni Eropa," ujarnya.
"Spanyol dan rakyatnya dapat terus mengandalkan dukungan Komisi serta kekuatan Uni Eropa untuk mengatasi tantangan ini."
Surat tersebut merupakan balasan atas surat yang sebelumnya dikirim Sanchez sebagai respons terhadap surat bersama yang ditandatangani 22 kepala negara dan pemerintahan Eropa.
Surat yang diprakarsai Italia dan Denmark itu mendesak penyelenggaraan pertemuan darurat para menteri dalam negeri Uni Eropa untuk membahas krisis migrasi di Ceuta.
Dalam beberapa hari terakhir, puluhan ribu warga Maroko berkumpul di dekat pagar perbatasan dan berupaya memasuki Ceuta untuk melanjutkan perjalanan ke Eropa melalui jalur migrasi ilegal.
Sekitar 60.000 orang dilaporkan telah memasuki Ceuta dari Maroko dalam beberapa hari terakhir, sementara 72 orang meninggal dunia selama krisis migrasi tersebut.
Ceuta dan Melilla merupakan wilayah administrasi Spanyol di pesisir utara Maroko yang menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Benua Afrika.
Baca juga: Migran Tewas di Ceuta Capai 90 Orang, Maroko Sebut Angka Berbeda




