Kendaraan EV LFP Gempur Pasar RI, Bahlil Sebut Baterai Nikel Masih Unggul

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut baterai kendaraan listrik berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC) memiliki keunggulan dibandingkan teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP), terutama untuk kebutuhan kendaraan dengan jarak tempuh panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya penggunaan baterai LFP pada sejumlah kendaraan listrik yang masuk ke pasar Indonesia.

Bahlil menegaskan, Indonesia tetap memiliki alasan kuat untuk mengembangkan industri baterai NMC karena ekosistem bahan bakunya tersedia di dalam negeri, terutama dari komoditas nikel yang menjadi salah satu sumber daya strategis nasional.

"Gini, kalau yang jarak-jarak pendek itu LFP biasanya. Tapi kalau yang jarak panjang itu nikel masih lebih paten. Jadi kalian jangan terprovokasi," ungkap Bahlil di press room Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Bahlil juga menyebut pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk mendorong penggunaan baterai NMC dalam negeri, termasuk kemungkinan pemberian insentif bagi kendaraan listrik yang menggunakan teknologi tersebut.

Baca Juga: Kemenperin Soal Pajak Kendaraan Listrik DKI: Jangan Memberatkan Industri

Baca Juga: Pabrik Baterai US$5,9 Miliar di Karawang Bakal Diresmikan Prabowo

"Kalau barang bagus mana ada yang murah? Dan saya ingin untuk ekosistem baterai mobil kita itu ada semua di Indonesia ... (Pakai NMC?) Lho iyalah, kok LFP kok tidak ada bahan bakunya kok," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video CCTV Saat Berantem Viral, Sarwendah Klaim Ruben Onsu Selingkuh
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
Penduduk Usia Produktif Indonesia Capai 201 Juta Jiwa, Gen Z Terbanyak
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Singgung Ongkos Politik Mahal
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Bung Ropan Ungkap Alasan Kim Sang-sik Jadikan Timnas Indonesia Musuh Utama di Piala AFF 2026
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan Rp 24,5 M: Pasien Palsu hingga Kumpul KTP
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.