Pihak berwenang Lebanon menangkap mantan duta besar Palestina untuk Beirut. Pelaku ditangkap menjelang ekstradisinya untuk menghadapi tuduhan korupsi di negara asalnya Palestina.
"(Jaksa penuntut umum Lebanon) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap mantan duta besar Palestina Ashraf Dabbour pada hari Senin setelah menginterogasinya," kata pejabat pengadilan Lebanon yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti dilansir AFP, Selasa (4/8/2026).
Pejabat itu menambahkan bahwa pengadilan "mentransfer berkas tersebut ke pemerintah untuk memberi tahu Otoritas Palestina bahwa Dabbour ditahan di Lebanon, dan meminta agar berkas peradilannya dikirim ke Lebanon... sebagai persiapan untuk menyerahkannya" ke Otoritas Palestina.
Dabbour, duta besar untuk Beirut dari tahun 2012 hingga 2025, sebelumnya ditangkap saat tiba di bandara negara itu pada bulan April atas permintaan Otoritas Palestina. Dia ditangkap atas tuduhan korupsi dan penggelapan dana selama masa jabatannya di Lebanon.
Dia kemudian ditempatkan di bawah larangan bepergian.
Dalam sebuah video yang diposting di halaman Facebook-nya pada bulan Mei, Dabbour membantah tuduhan tersebut. Dia mengatakan bahwa tuduhan tersebut bertujuan untuk mencoreng reputasinya.
Dalam postingan Facebook bulan April, Dabbour menuduh Yasser Abbas, putra Presiden Palestina Mahmoud Abbas, "mengeksploitasi kendalinya atas badan keamanan dan pengaruhnya dalam otoritas untuk menggunakan mereka guna menyelesaikan masalah pribadinya... dengan mengejar saya dengan surat perintah penangkapan dari satu tempat ke tempat lain".
(lir/lir)




