Bebenah MBG Gaya Sudaryono

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pembenahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berlanjut. Ada sejumlah fakta tambahan dari jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Sudaryono tentang tata kelola program MBG sebagai upaya untuk transparansi program prioritas nasional ini di hadapan masyarakat. 
Temuan anomali rekening SPPG
Fakta pertama yang menarik adalah BGN menemukan adanya anomali dari rekening 414 SPPG. Anomali dimaksud adalah adanya aliran uang negara kepada 414 SPPG yang memiliki rekening ganda atau sebenarnya dapurnya belum beroperasi.

Jadi sistemnya BGN menyalurkan uang kepada SPPG melalui rekening. Uang yang dicairkan dari negara kepada SPPG dikelola dan dicairkan dan dikelola untuk pengelolaan baik itu operasional dan juga produksi.

Tetapi faktanya BGN menemukan melalui proses penyisiran, ditemukan ada SPPG yang memiliki rekening ganda, juga ternyata ada dana yang dibayarkan tapi sebenarnya dapurnya belum beroperasi. Hasil dari penyisiran, BGN berhasil mengembalikan uang sebesar Rp311.246.295.184 kepada kas negara melalui Himbara. 

Temuan ini juga diungkap oleh BGN dan telah dilaporkan ke Aparat Penegakan Hukum untuk memeriksa dan mendalami apakah adanya unsur niat jahat atau menseria baik itu korupsi maupun kerugian negara, tanpa terkecuali apabila diperlukan oleh Aparat Penegakan Hukum, baik itu yayasan, mitra, hingga pejabat internal sekalipun, BGN tidak akan segan-segan untuk membuka diri.

Baca Juga :

Kepala BGN Copot 137 Kepala Dapur MBG
Audit terhadap operasional SPPG
Lebih lanjut BGN juga melakukan audit terhadap 16.482 SPPG atau dapur dengan melibatkan Kejaksaan Agung. Audit dari Kejaksaan terhadap belasan ribu SPPG tersebut telah disampaikan kepada BGN. Bentuk auditnya adalah kesesuaian asesmen yang dilakukan Aparat Penegakan Hukum terhadap operasional SPPG yang berkaitan dengan apakah adanya potensi pelanggaran atau dugaan niat jahat melawan hukum.

Dari hasil asesmen tersebut, klasifikasinya adalah potensi pelanggaran ringan, sedang, hingga berat. Tetapi setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, pemeriksaan oleh hasil audit Kejaksaan kepada BGN akan tetap ditindaklanjuti, namun tetap berupaya untuk menjaga objektivitas dengan mempelajari apakah memang adanya pelanggaran yang dilakukan SPPG karena ada niat jahat atau sebenarnya hanya dibutuhkan pembimbingan operasional supaya mereka bisa bergerak ke arah SOP lebih baik. 

Apabila ditemukan adanya pelanggaran dengan mensrea yang melawan hukum maka sanksi berupa suspens akan diberikan kepada SPPG, baik itu kepala SPPG maupun pihak-pihak lainnya. Terutama yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang menjadi atensi khusus dari BGN. 

Baca Juga :

BGN Tegaskan Nol Toleransi terhadap Insiden Keamanan Pangan MBG
Melanggar SPPG menggunakan bapok subsidi dan sinergi dengan Bulog
Selanjutnya dari BGN juga akan melakukan investigasi lebih lanjut kepada seluruh SPPG perihal larangan untuk menggunakan bahan pokok bersubsidi.

Sebenarnya surat edaran tentang larangan untuk penggunaan bahan pokok subsidi udah menjadi imbauan SOP wajib. Namun penegakan terhadap implementasinya di tingkat dapur tetap harus dilakukan. Karena nantinya semisal ada SPPG yang memperoleh margin atau keuntungan, karena seharusnya menggunakan minyak goreng pasaran tetapi malah pakai Minyak Kita, nanti akan dihitung oleh BGN untuk nanti dikembalikan kepada kas negara. Karena sudah berjalan lama dan harus detail di aspek audit keuangannya. 

Lebih lanjut, sinergi dengan Bulog berupa penggunaan beras premium juga salah satu alternatif yang disambut baik oleh BGN bagi kebutuhan SPPG, terutama untuk beras dan juga nasi. Namun BGN tetap mengantisipasi kebutuhan dan kepastian stok nasional sudah aman terlebih dahulu dan hanya bersifat sebagai buffer atau penyangga saja.

Karena salah satu target daripada program MBG sebenarnya adalah juga memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi pedagang lokal. Tapi mana kala terjadi kebutuhan stok, beras premium Bulog baru sebagai sumber buffer atau penyangga solusi yang dibutuhkan BGN bagi MBG. 

Bulog menawarkan solusi berupa penggunaan beras premium Bulog bagi program MBG, Kepala BGN Sudaryono menyampaikan bahwa itu hanya menjadi salah satu syarat untuk sebagai alternatif begitu. Karena utamanya MBG ini diprioritaskan untuk juga menggerakkan perekonomian lokal, beli dari petani lokal, beli dari pedagang UMKM lokal. 

Baca Juga :

BGN Temukan 414 Rekening Anomali SPPG, Rp311 Miliar Kembali ke Negara
Fokus pada 3T
Penegasan kembali juga disampaikan menjawab masukan dan juga kritik dari operasional yang banyak disampaikan baik sekali pihak, baik itu pakar maupun akademisi bahwa ke depan BGN menjadikan pembangunan SPPG di daerah 3T atau terdepan, terluar, dan tertinggal sebagai prioritas. 

Tidak sembarang penentuan asesmennya agar tetap atas saran sinkronisasi data juga berdasarkan dari Kementerian Kesehatan juga Kemenduk Bangga BKKBN. Provinsi mana saja yang memiliki data angka stunting yang butuh intervensi melalui program MBG. Percepatan kebutuhan daerah yang masuk kategori zona merah  segera bisa secepatnya mendapatkan intervensi program Gizi bahkan bagi ibu hamil dan juga menyusui. 

Pada prinsipnya pembenahan tata kelola MBG ini akan terus berlangsung dengan mengedepankan aspek menegakkan hukum imana Kepala BGN Sudaryono mengatakan  bagi dapur-dapur atau bagi dapur SPPG ataupun pihak-pihak manapun, mau mitra, mau siapapun itu termasuk juga adalah oknum-oknum yang ada di BGN tidak ada yang kebal hukum.

Tidak hanya pembenahan tata kelola berkaitan dengan relasi antara BGN, Yayasan Mitra, maupun operasional SPPG, begitu Kepala SPPG dan distribusi kepada sekolah-sekolah maupun juga kepada pihak-pihak di internal BGN.

Pada prinsipnya akan bergerak dengan koridor penegakan hukum agar tidak ada uang negara yang hilang disana ataupun dipergunakan untuk hal yang tidak baik dan juga supaya operasionalnya tetap berjalan dengan baik dan memberikan manfaat Gizi yang baik bagi para penerima manfaat. 

Pembenahan program MBG dibawah kepemimpinan kali ini sudah berjalan dua tahun program prioritas pemerintah MBG, penyampaian tentang komitmen untuk terus membenahi diri bukan hal yang asing di telinga kita pemerintah namun layaknya struktur organisasi jajaran pimpinan baru adalah tumpuan harapan dan pembenahan. Mari kita kembali mengawasi karena ada kontribusi Anda juga disana ada pajak Anda disana.

Sumber: Redaksi Metro TV


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas Cartenz evakuasi korban penyerangan yang tewaskan lima pekerja
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Diterpa Isu Pengaturan Skor, Begini Sikap PBSI
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Jaga Stabilitas Kawasan, Prabowo Dorong Peningkatan Kerja Sama Pertahanan dengan Tailan
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dedi Mulyadi Murka Tahu ASN Diduga Terlibat Penebangan Pohon di Bandung, Lurah hingga Pejabat Tinggi Disanksi
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Kedutaan Iran Respons soal Isu Punya Nuklir, Beri Pernyataan Ini
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.