kontribusi bisnis hotel masih tetap mendominasi, dengan menyumbang 89,9 persen terhadap total pendapatan yang diraup Perseroan.
IDXChannel - PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) menegaskan bahwa peningkatan kualitas laba menjadi strategi andalan yang dipilih guna memaksimalkan kinerja Perseroan di tengah persaingan industri perjalanan religi yang semakin ketat.
Eksekusi atas strategi tersebut, di antaranya, dilakukan dengan tidak lagi memperpanjang kontrak allotment sejumlah hotel dengan catatan marjin rendah, sembari mangarahkan fokus sumber daya pada properti dengan profitabilitas lebih tinggi.
Praktis dengan makin berkurangnya jumlah hotel rekanan, total pendapatan yang dibukukan HAJJ sepanjang semester I-2026 menyusut menjadi hanya Rp363,6 miliar, dibanding perolehan Rp521,77 miliar pada semester I-2025 lalu.
"Meski begitu, dengan langkah strategis tersebut, kami berhasil meningkatkan kualitas laba secara signifikan melalui ekspansi marjin yang kuat di seluruh lini profitabilitas Perseroan," ujar Direktur Utama HAJJ, Saipul Bahri, dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).
Klaim Saipul tersebut, didasarkan pada capaian laba kotor Perseroan yang relatif stabil sebesar Rp68,36 miliar, dibandingkan Rp69,76 miliar pada enam bulan pertama 2025, namun dengan porsi marjin laba yang meningkat signifikan, dari semula 13,37 persen pada semester I-2025, menjadi 18,8 persen pada semester I-2026 lalu.
Artinya, ada pertumbuhan porsi marjin laba kotor sebesar 40,61 persen di sepanjang paruh pertama tahun ini.
Sedangkan, pada level operasional, marjin EBT juga menguat dari 6,48 persen menjadi 8,02 persen, dengan marjin EBITDA yang juga melonjak, dari semula 8,17 persen menjadi 10,17 persen, untuk perbandingan periode yang sama.
"Catatan ini mencerminkan disiplin biaya yang lebih ketat, beban umum dan administrasi turun 26,55 persen, portofolio hotel yang lebih selektif dengan marjin lebih tinggi, serta peningkatan kualitas laba yang konsisten pada basis pendapatan yang lebih ramping," ujar Saipul.
Secara segmentasi, Saipul menjelaskan, kontribusi bisnis hotel masih tetap mendominasi, dengan menyumbang 89,9 persen terhadap total pendapatan yang diraup Perseroan.
Catatan ini, bagi Saipul, semakin menegaskan kepemimpinan HAJJ dalam layanan hotel allotment di Makkah dan Madinah serta basis recurring revenue yang kuat.
Mulai tahun ini, Perseroan juga mengelola secara penuh sebuah hotel di Madinah, yang membuka ruang perolehan margin lebih tinggi dibandingkan skema allotment parsial.
"Pilihan kami untuk fokus pada segmen hotel bermarjin tinggi dan disiplin biaya telah memperkuat posisi kami di pasar. Dan ini tentu semakin membuat kami yakin, bahwa tren kinerja positif ini akan bisa kami lanjutkan sampai akhir tahun," ujar Saipul.
(taufan sukma)





