Purbaya Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh, Siapkan SMV dan Jamin Tak Bebani APBN

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh bakal dialihkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal itu disampaikan seusai pertemuan dengan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, di Kantor Kemenkeu, guna membahas penyelesaian restrukturisasi Whoosh.

Purbaya menyampaikan proses pengalihan utang tersebut ditargetkan rampung pada sekitar pertengahan September 2026 mendatang.

"Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September sudah akan clear," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • TVR

Menkeu menjamin bahwa pengalihan beban utang tersebut tidak akan membebani APBN.

Bendahara Negara itu memastikan bahwa pengelolaan utang Whoosh nantinya akan dilakukan melalui Special Mission Vehicle (SMV) yang ada di bawah Kemenkeu.

"Nanti kita akan pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak, ada SMI dan lain-lain," kata Purbaya.

"Jadi walaupun (penyelesaiannya) oleh pemerintah, tapi enggak langsung jadi tanggung jawab atau membebani APBN," ujar Purbaya.

Sementara untuk kepemilikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sendiri, Purbaya mengatakan bahwa nantinya perusahaan itu akan berada di bawah koordinasi Kemenkeu, dan tidak lagi oleh PT KAI.

"Jadi 60 persen (saham KCIC) dikasih ke kita, 40 persennya ada yang lain, masih ada China juga di situ kan. Kita tanya ke China juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini dan mungkin kalau disuruh kita akan perpanjang ke Jawa Timur sana," kata Purbaya.

Pada kesempatan yang sama, COO Danantara, Dony Oskaria mengaku, saat ini pihaknya masih berupaya merampungkan penghitungan terkait total besaran jumlah utang dari Whoosh tersebut.

"(Nominal besarannya) pada saat penyerahan nanti ya. Karena detilnya masih dihitung. Pertengahan September paling lambat," ujarnya.

Sebagai informasi, PT KCIC diketahui merupakan perusahaan patungan milik konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium perusahaan China. Dimana, 60 persen kepemilikan sahamnya ada di pihak Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan 40 persen sisanya dipegang oleh konsorsium China. (rpi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonom Sebut Pengurangan Dana Desa dan Adanya Kopdes Picu Naiknya Kemiskinan Desa
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Bisnis dan Ibadah Berjalan Seiring: Moorlife Terbangkan 100 Member untuk Umroh
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
Tolak Cara Lama, Indonesia Cetuskan 5 Langkah untuk Lumpuhkan Pergerakan Israel
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jatim 5 Agustus 2026: Pagi Cerah, Siang Berpotensi Hujan Ringan
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Belum Terlacak Radar Timnas Indonesia, Gelandang Berdarah Yogyakarta Ini Laris Manis di Liga Belanda
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.