BADUNG, BALI.DISWAY.ID - Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 resmi berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 5-7 Agustus 2026.
Forum ini mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi baru.
Ketua APMF 2026, Andi Sadha mengatakan, event ini merupakan forum strategis yang mempertemukan para pemimpin industri dari sektor brand, media, teknologi, agensi, platform digital, hingga ekonomi kreatif untuk bersama-sama membangun blueprint baru bagi masa depan consumer engagement.
BACA JUGA:APMF 2026 Dorong Lahirnya Blueprint Baru Consumer Engagement di Era AI dan Perubahan Perilaku Konsumen
"Jadi kami rasa berkumpulnya stakeholder komunikasi ini setiap 2 tahun sekali di Bali, menjadi sesuatu yang sangat penting. Kita sama-sama membangun fondasi yang baik untuk ke depan," ungkapnya.
Tahun ini, lanjut Andi, forum menyoroti perubahan teknologi, khususnya disrupsi kecerdasan buatan terhadap perilaku konsumen.
"APMF tahun ini mengangkat tema ‘Blueprint the Beyond’ di mana kita melihat perubahan yang sangat luar biasa sekali dari sisi teknologi ya. Adanya AI yang merubah perilaku konsumen sedemikian dahsyat," paparnya.
Kolaborasi seluruh ekosistem periklanan sangat dibutuhkan, sebut Andi, agar industri tidak salah melangkah maju.
"Harapan dari kami di APMF ini adalah karena semua ekosistemnya berkumpul bersama, ketika nanti kembali di tempat mereka bekerja nanti, at least ada pegangan ke depan itu kita bersama-sama mesti ngapain," tuturnya.
BACA JUGA:Pameran Kuliner B2B SIAL Interfood 2026 Hadir di Indonesia, Bakal Diikuti Industri Pangan Global
Andi memaparkan, APMF dihadiri ratusan peserta yang datang dari berbagai negara di Asia Pasifik.
"Sekitar 750-an, pembicara ada sekitar 60-an dari across Asia Pacific," tutur jebolan Oklahoma State University ini.
Pemilihan pulau Bali sebagai lokasi acara, kata Andi, bertujuan agar para peserta bisa lebih fokus.
"Karena di Bali kita bisa berkumpul dan fokus ya, karena kebetulan kalau di Bali itu jauh dari kegiatan sehari-hari," jelasnya.
Lebih lanjut Andi menjelaskan, industri media kini mengalami tantangan besar, akibat ketergantungan pada model iklan konvensional sebelumnya.
- 1
- 2
- »





