Kepala Bapanas Pastikan Pengawasan Beras Fortifikasi Diperketat demi Lindungi Konsumen

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah memperketat pengawasan beras fortifikasi melalui pemeriksaan mutu, kandungan gizi, perizinan, dan kesesuaian label produk guna melindungi masyarakat sebagai konsumen.

Pemerintah Perluas Pengawasan Beras Fortifikasi

Amran mengatakan penertiban beras fortifikasi di pasaran akan terus dilakukan bersama Kementerian Pertanian, Satgas Pangan, dan instansi terkait untuk mencegah berbagai bentuk penyimpangan.

Ia mengungkapkan, "Penertiban beras fortifikasi di pasaran akan terus dilanjutkan pemerintah guna memberikan perlindungan bagi masyarakat sebagai konsumen agar tidak merugi secara finansial."

Menurut Amran, program fortifikasi pangan merupakan strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mencegah stunting sehingga tidak boleh dimanfaatkan demi keuntungan yang merugikan konsumen.

Ia mengatakan, "Saya mau gebuk ini dua sampai tiga minggu ke depan. Ini yang harus kita lawan bersama. Fortifikasi itu dibuat untuk masyarakat miskin, untuk membantu mencegah stunting, mengatasi masalah kurang gizi melalui penambahan vitamin dan mineral."

Pelanggaran Akan Diproses Sesuai Hukum

Amran menegaskan pemerintah akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti menyalahgunakan program fortifikasi pangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ia mengungkapkan, "Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan sampai tuntas dan siapa pun yang terbukti menyalahgunakan program fortifikasi, diproses sesuai hukum."

Program fortifikasi pangan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi serta menjadi salah satu indikator prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Secara terpisah, Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto mengatakan pengawasan beras fortifikasi akan diperluas untuk memastikan kesesuaian izin edar, label kemasan, dan informasi produk yang beredar di pasaran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sah, Chandra Asri (TPIA) Tingkatkan Free Float Saham Jadi 25,7 Persen
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
UB Latih Warga Kabupaten Malang Olah Sampah Organik Jadi Produk Bernilai Ekonomi
• 2 jam laluberitajatim.com
thumb
Kelompok APT SilverFox Sebarkan Malware Lewat Aplikasi Claude Palsu
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Kepala BGN Terbuka Tampung Masukan untuk Perbaikan Tata Kelola MBG
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wacana 10 Tahun, Sterilisasi Resmi Diterapkan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.