REPUBLIKA.CO.ID, JERMAN -- Gelombang panas dan kemarau berkepanjangan yang melanda Eropa membuat debit air Sungai Rhine terus menyusut hingga mendekati level terendah dalam sejarah pengamatan. Kondisi tersebut tidak hanya mengubah bentang alam sungai yang menjadi urat nadi perdagangan Eropa, tetapi juga mengganggu aktivitas pelayaran, industri, hingga pasokan logistik di sejumlah negara.
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px} Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} sumber : EPA
Advertisement




