Deretan Hasil Riset BRIN yang Dipamerkan ke Presiden Prabowo di Istana

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Presiden Prabowo Subianto (tengah) mendengarkan paparan periset BRIN saat acara pertemuan Presiden RI dengan 150 ilmuwan BRIN di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Sumber: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan hasil-hasil risetnya kepada Presiden Prabowo Subianto di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (6/8/2026). 

BRIN mengembangkan inovasi di berbagai bidang strategis meliputi bidang energi, mineral, dan logam tanah jarang; lingkungan dan pengelolaan sampah; kedirgantaraan dan keantariksaan; pertahanan dan keamanan; transportasi; pangan, pertanian, dan dukungan program makan bergizi gratis (MBG). 

Juga kelautan perikanan, dan pengembangan Kampung Nelayan; kesehatan; sumber daya air, termasuk solusi perlindungan pesisir seperti Giant Sea Wall; nuklir untuk berbagai sektor strategis; perumahan, infrastruktur, dan mitigasi kebencanaan; sosial, politik, pendidikan, dan kebudayaan. 

Berikut sejumlah hasil inovasi dan pengembangan BRIN yang dipamerkan kepada Presiden Prabowo di Istana, dirangkum dari siaran langsung KompasTV

1. Kedirgantaraan dan keantariksaan

Dalam bidang kedirgantaan dan keantariksaan, BRIN memamerkan satelit yang membawa kamera untuk mengambil citra dan dapat digunakan untuk pemetaan. 

Menurut penjelasan salah satu periset kepada Presiden Prabowo, satelit itu sudah digunakan untuk pemetaan saat terjadinya bencana Sumatera 2025 lalu. 

Hasil inovasi BRIN lainnya adalah pesawat tanpa awak dengan berat sekitar 100 kg, rentang sayap 5,5 meter, dan bisa membawa muatan hingga 20 kg. 

Pesawat tanpa awak itu saat ini digunakan untuk pemantauan, pembuatan peta, dan rencana selanjutnya akan digunakan untuk aplikasi modifikasi cuaca.

BRIN juga memamerkan pesawat amfibi yang sedang dikembangkan. Pesawat itu dirancang bisa mendarat di air agar bisa menjangkau pulau-pulau kecil.

Baca Juga: Bangun Sekolah Unggul! Prabowo Siap Investasi Besar di Pendidikan & Kejar Universitas Terbaik Dunia

2. Sumber daya air, termasuk solusi perlindungan pesisir seperti Giant Sea Wall

BRIN memamerkan tiga teknologi untuk mendukung Giant Sea Wall. Pertama, tanggul tegak multifungsi dengan penghasil energi listrik dan dapat digunakan sebagai transportasi bagian atasnya.

Kedua, pemecah gelombang yang sudah digunakan di 11 pantai di Pulau Jawa dan Sumatera. 

Ketiga, teknologi material dengan pemanfaatan plastik dan pasir yang dimanfaatkan untuk meredam gelombang ambang rendah guna membantu pertumbuhan mangrove.

3. Nuklir untuk berbagai sektor strategis

BRIN mempersiapkan teknologi untuk dua hal. Pertama, energi untuk persiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kedua, nonenergi untuk pangan dan kesehatan. 

BRIN menyatakan sudah siap dengan bahan nuklir di Indonesia untuk PLTN. Periset BRIN menyebut Indonesia punya potensi uranium 89.000 ton dan torium 143.000 ton. 

4. Energi, mineral, dan logam tanah jarang 

BRIN memamerkan pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) atau Gas Alam Terkompresi dengan tekanan hingga 30 bar, tidak sampai 200 bar. CNG tersebut juga diklaim punya volume lebih banyak.

CNG tersebut bisa disalurkan ke kompor dan selang yang biasa digunakan dengan Elpiji. 

Selain itu, BRIN juga menunjukkan biofuel, biodiesel, serta bioetanol untuk mendukung B50 dan B20. BRIN juga memamerkan bioavtur.

Menurut perincian dari periset BRIN, biodiesel dan bioavtur itu dibuat dari sawit, sementara bioetanol dari aren dan sorgum. 

BRIN juga memamerkan teknologi yang dikembangkan untuk ekstraksi dan pemurnian logam tanah jarang.

Baca Juga: Prabowo Soroti Hasil Survei PISA: Pendidikan Indonesia Masih Tertinggal, Harus Jadi Bahan Evaluasi

5. Lingkungan dan pengelolaan sampah

BRIN memamerkan alat pengolah sampah organik. Menurut penjelasan periset BRIN, 40 persen sampah berjenis organik. 

Sehingga jika pengolah sampah dipakai di rumah tangga, volume sampah bisa dikurangi sebesar 40 persen. 

Selain itu, BRIN juga memamerkan mesin pirolisis yang bermanfaat sebagai pengolah sampah plastik low value menjadi bahan bakar minyak setara diesel.

Dalam kesempatan itu, selain menunjukkan alat pengolahnya, BRIN juga menunjukkan hasil pengolahan sampah anorganik yang berbentuk bahan bakar. 

6. Perumahan, infrastruktur, dan mitigasi kebencanaan

BRIN mengembangkan rumah tahan gempa dengan tipe 36 yang bisa dibangun 14 hari. 

Keunggulan utama dari rumah tersebut adalah pembangunannya yang cepat. 

BRIN juga memamerkan genteng berbasis sabut kelapa yang ramah lingkungan dan sepatu sawit. Presiden Prabowo sempat mengecek ketahanan genteng itu dengan diketuk-ketuk, bahkan sampai dibanting. Genteng tersebut tampak masih utuh dan tidak pecah usai dibanting ke lantai. 

Dalam hal mitigasi kebencanaan, BRIN mengembangkan alat pengolahan air untuk kondisi darurat. Alat tersebut bisa mengolah air tanah, air sungai, air banjir, air payau, langsung menjadi air siap minum. 

7. Kesehatan 

Di bidang kesehatan, BRIN memamerkan alat bantu pernapasan untuk daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang bersifat mobile atau dapat berpindah-pindah. 

Alat itu bisa digunakan untuk pasien gangguan pernapasan tingkat menengah hingga tinggi.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • brin
  • riset brin
  • presiden
  • prabowo
  • istana
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lelang 76.742 Ton Batu Bara Hasil Penindakan, ESDM Kantongi PNBP Rp20,98 Miliar
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pengelola Pusat Perbelanjaan Buka Suara Soal Penundaan Pajak Marketplace
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Parlemen Iran kaji RUU larang AS-Israel lewat Selat Hormuz
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
AS Akan Kenakan Tarif 15 Persen untuk Polisilikon, Bahan Baku Panel Surya dan Chip
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Saksi Akui Tagihan PNBP Turun Rp 28 M Usai Beri Rp 1 M ke Eks Ketua Ombudsman
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.