Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan membongkar salah satu jembatan penyeberangan orang (JPO) lama di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel). Jembatan itu sempat viral dengan sebutan JPO Love-Hate Relationship.
"Setelah saya berdiskusi dengan Kepala Dinas Bina Marga dengan Wali Kota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, dan dengan Dinas Kominfotik, saya sudah memutuskan bahwa JPO yang satu akan kita bongkar," kata Pramono usai mengunjungi JPO di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, dilansir dari Antara, Minggu, 9 Agustus 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah Pramono bersama jajaran mengecek langsung kondisi kedua JPO yang sebelumnya menjadi perhatian publik dan viral di media sosial karena disebut memiliki konsep Love and Hate.
Menurut Pramono, hasil pengecekan menunjukkan kedua JPO memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai fasilitas penyeberangan masyarakat, sekaligus mendukung akses terhadap fasilitas transportasi, termasuk layanan Light Rail Transit (LRT).
Namun terdapat perbedaan mendasar pada usia dan desain kedua JPO. Salah satu JPO merupakan fasilitas yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak lama, sedangkan JPO lainnya merupakan fasilitas yang lebih baru yang berkaitan dengan LRT dan KAI.
"Yang satu yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya), kalau dilihat desainnya pasti desain tahun 80-an atau 90-an awal. Sementara yang oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru," jelas Pramono.
Kendaraan melintas di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (17/5/2026). ANTARA FOTO/Fauzan
Baca Juga :
Pemprov DKI Hubungkan 2 JPO di Rasuna SaidSelain itu, Pramono menilai keberadaan dua JPO dengan fungsi yang sama itu menunjukkan adanya persoalan dalam kebijakan pembangunan fasilitas publik pada masa lalu.
"Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan seringkali seperti yang saya katakan, ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik. Sehingga sebenarnya dua-duanya ini fungsinya sama persis," ucap Pramono.
Oleh karena itu, Pramono menekankan JPO lama milik Pemprov DKI Jakarta akan dibongkar. JPO yang lebih baru akan dipertahankan dan diperbaiki fasilitasnya.
Warga mengeluhkan dua JPO yang berdekatan di Jalan Rasuna Said, tetapi tidak saling terhubung. Satu JPO merupakan milik Pemprov DKI yang dibangun terlebih dulu dan berfungsi sebagai fasilitas penyeberangan bagi masyarakat umum.
Sedangkan, satu jembatan lain merupakan JPO integrasi yang dibangun pihak LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas integrasi antarmoda yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte Transjakarta.
JPO milik Pemprov DKI juga pernah menjadi akses langsung menuju halte TransJakarta, sebelum Halte TransJakarta dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek.
Setelah halte dipindahkan dan diintegrasikan dengan Stasiun LRT Jabodebek, akses menuju halte tidak lagi melalui JPO eksisting, melainkan melalui JPO integrasi yang dibangun pihak LRT Jabodebek.




