Netanyahu Tolak 15 Poin Rencana Perdamaian Gaza Usulan Board of Peace: IDF Tak Akan Mundur Sebelum Hamas Dilucuti

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak proposal perdamaian Gaza yang terdiri dari 15 poin dan diajukan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Netanyahu menegaskan pasukan Pertahanan Israel (IDF) belum akan ditarik dari Jalur Gaza selama Hamas belum menyerahkan seluruh persenjataannya.

Baca Juga :
Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz
Netanyahu Buka Peluang Israel Serang Iran Tanpa AS, Negosiasi Nuklir Justru Masuki Tahap Lanjut

"Israel menolak 15 poin dokumen tersebut. Militer Israel tak akan melakukan penarikan pasukan sampai Hamas benar-benar melucuti senjatanya," kata Netanyahu dikutip Guardian, Senin 10 Agustus 2026.

Menurut Netanyahu, proses pelucutan senjata Hamas harus benar-benar terjadi dan tidak sebatas kesepakatan di atas kertas. Ia mengatakan pemerintah Israel akan melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait persoalan tersebut.

"Kami maksud adalah pelucutan senjata yang sesungguhnya, bukan pelucutan senjata yang semu. Saat ini, kami sedang berdiskusi dengan pihak Amerika mengenai masalah tersebut," ujarnya.

Rencana perdamaian tersebut sebelumnya diajukan BoP yang dibentuk Trump pada Juli 2026. Salah satu poin utama proposal itu mengatur Hamas harus menyerahkan senjata sebagai bagian dari kesepakatan yang akan diikuti dengan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Trump sebelumnya mengatakan pelaksanaan kesepakatan perdamaian tersebut akan dilakukan secara bertahap. 

Namun, Netanyahu pada Minggu 9 Agustus 2026 menyatakan Israel menginginkan Hamas menyelesaikan pelucutan senjata secara penuh terlebih dahulu sebelum tahapan kesepakatan dijalankan.

Sikap Netanyahu tersebut mempertegas penolakan Israel terhadap proposal yang diajukan BoP. Israel sebelumnya juga telah menunjukkan keberatan terhadap rencana perdamaian tersebut.

Penolakan itu terlihat setelah Trump mengumumkan proposal tersebut pada Juli lalu. Alih-alih mengurangi operasi militernya, Israel justru meningkatkan serangan udara di wilayah Palestina.

Menurut laporan Guardian, serangan udara Israel yang berlangsung pada pekan lalu menewaskan 18 orang.

Sikap Israel tersebut menambah ketidakpastian terhadap pelaksanaan proposal perdamaian Gaza yang digagas Trump. Persoalan pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan IDF menjadi salah satu isu utama yang masih diperdebatkan antara kedua pihak.

Baca Juga :
Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris
Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza
Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Militer Israel Usir keluarga Palestina di Tepi Barat dan Ubah Rumahnya Jadi Pos Militer
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Cek Penerima Bansos Agustus 2026 Menggunakan NIK KTP
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Periksa 8 Saksi untuk Dalami Kasus Suap Proyek Rejang Lebong
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Baznas bersama Menko PM salurkan bantuan pemberdayaan pesantren Gresik
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Dua Pesawat Nyaris Bertabrakan di Bandara Sydney Australia, Awak Kabin Terluka
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.