Kekeringan Melanda Banyumas, 28.222 Jiwa Terdampak dan BPBD Salurkan 1,13 Juta Liter Air

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Sebanyak 28.222 jiwa dari 8.371 keluarga di 37 desa dan kelurahan pada 14 kecamatan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terdampak kekeringan hingga Senin (10/8/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas terus mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

"Untuk penanganan kekeringan, kami terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak dan membutuhkan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma di Purwokerto, Senin.

Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Banyumas per 10 Agustus 2026, BPBD telah melakukan 233 ritase pengiriman air bersih.

Total volume air bersih yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 1.135.000 liter.

Distribusi tersebut dilakukan karena ketersediaan sumber air berkurang selama musim kemarau sehingga sebagian masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Selain berdampak terhadap puluhan ribu warga, kekeringan juga tercatat memengaruhi tujuh fasilitas umum di Kabupaten Banyumas.

BPBD bersama pemerintah desa dan kelurahan terus memantau perkembangan kondisi wilayah untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.

"Penyaluran air bersih akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan," ujarnya.

Di tengah penanganan kekeringan, BPBD Banyumas juga mencatat kebakaran hutan dan lahan dengan total area terdampak mencapai 12,043 hektare.

Karhutla tercatat terjadi di Kelurahan Grendeng, Desa Pamijen, Desa Karangtalun Kidul, Kelurahan Teluk, Desa Sawangan, Desa Gunungwetan, Desa Pekuncen, dan Kelurahan Purwokerto Kulon.

BPBD mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau dan menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu api meluas.

"Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau, termasuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas," kata Dwi Irawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komnas PA DKI: 90% Anak Sekolah Lakukan Bullying, Kelas 1 SD Sudah Tahu Caranya
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Dahsyatnya Karhutla yang Membakar Kawasan Taman Nasional Bromo
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polisi Jelaskan Penyebab Kebakaran Pelabuhan Karangsong yang Hanguskan 3 Kapal, Fortuner & 2 Motor
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sehari Bersama Caregiver: Nyaris Tak Pernah Pulang dari Rumah Sakit
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Pemilihan Kepala Daerah Tanpa Wakil, Apa Konsekuensinya?
• 20 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.