JAKARTA, KOMPAS.com - Ruangan di sekolah swasta, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang sebelumnya menjadi penyimpanan 995 airsoftgun akan dibersihkan usai dinyatakan streril oleh polisi.
“Dalam satu dua hari ini, ruangan yang tadi sudah dalam pemeriksaan terakhir akan kami bersihkan,” kata Kepala Staf Ahli Pembina Yayasan, Untung Sangaji, ditemui usai olah TKP, Senin (10/8/2026).
Nantinya, kata Untung, ruangan yang semula terkunci rapat itu akan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Kami sesegera mungkin menggunakan ruangan itu untuk dipakai kembali oleh anak-anak sekolah dan para guru yang kemudian ini bisa berjalan secara normal,” tutur dia.
Baca juga: Puslabfor Ambil Sampel DNA di 3 Ruangan Sekolah Swasta Jaksel Usai Temuan 995 Senjata
Meskipun begitu, yayasan tak mau buru-buru. Pembelajaran jarak jauh tetap berlangsung hingga Jumat (14/8/2026), dan murid baru akan kembali ke sekolah pekan depan.
Sebab, saat pembersihan nanti, yayasan berencana meminta pendampingan kepolisian jika menemukan hal-hal yang mencurigakan lagi.
“Karena kan kami belum lihat televisi dan lain di bawah itu yang belum dibuka. Kan barang bukti besok kami (rekam) video, setidaknya ada petugas datang nemani kami,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 996 senapan ditemukan di salah satu ruangan di sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (7/8/2026).
Yayasan pun melaporkan temuan ini kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Berselang satu bulan kemudian, pihak yayasan kembali meminta pendampingan Polres Jakarta Selatan untuk membuka ruangan yang digunakan IWD sebelumnya yang terkunci rapat.
Di sana, ditemukan tiga pucuk airsoft gun jenisnya FN90, AK-47 dan M4 Carbine, dua linting ganja dan satu klip kecil sabu, serta 25 keping VCD porno.
Baca juga: Ruangan di Sekolah Swasta Jaksel Bukan Bunker Penyimpanan Senjata
Turut ditemukan juga peredam, 7 magasin, amunisi dengan berbagai kaliber, beberapa airsoft gun, taser gun, alat pembuat peluru, buku panduan pembuatan peluru, serta aksesori senjata.
Dari 996 senapan yang pertama ditemukan, 995 di antaranya diidentifikasi sebagai airsoft gun, sementara satu lainnya senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.
“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Kini 995 airsoft gun dititipkan kepada Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya.
Sementara senjata api dalam pemeriksaan Reskrim Polres Jaksel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




