TAIPEI - Pemerintah Taiwan mengecam rencana latihan angkatan laut China yang "berbahaya" bersama sebuah kapal perang Indonesia di lepas pantai timur pulau tersebut. Taipei menuding Beijing berupaya menciptakan kesan keliru di mata masyarakat internasional bahwa mereka menguasai perairan tersebut.
China memandang Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, dan pada Juni mulai melakukan patroli penjaga pantai di lepas pantai timur pulau tersebut. Langkah Beijing ini memicu kemarahan di Taipei serta kekhawatiran di Washington.
Kementerian Pertahanan China pada Selasa (11/8/2026) menyatakan bahwa latihan yang akan digelar pada pertengahan Agustus di lokasi sebelah timur Taiwan merupakan "latihan navigasi" bersama kapal Angkatan Laut Indonesia. Ini merupakan langkah yang sangat tidak lazim, mengingat China pada umumnya tidak mengadakan latihan bersama militer asing di dekat Taiwan.
Pihak Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan Indonesia tidak menanggapi permintaan komentar.
Pada Selasa malam, Dewan Urusan Daratan (Mainland Affairs Council) Taiwan—lembaga yang merumuskan kebijakan terkait China—menyatakan bahwa latihan tersebut merupakan "provokasi militer" dan mendesak Beijing untuk "segera menghentikan tindakan berbahaya yang merusak status quo ini."
Menyusul serangkaian tindakan China baru-baru ini, termasuk apa yang disebut sebagai "patroli penegakan hukum rutin" di sebelah timur Taiwan, China kini berupaya menggelar latihan militer bersama "negara-negara terkait" di perairan sebelah timur Taiwan, demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Pada kenyataannya, ini adalah manipulasi politik—'latihan hanya sebatas nama, namun pada praktiknya merupakan perluasan wilayah'—yang bertujuan menciptakan kesan keliru di hadapan masyarakat internasional bahwa pihak komunis Tiongkok memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan," tambah pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.
Saat menanggapi pertanyaan anggota parlemen di Taipei pada Rabu (12/8/2026), Wu Tien-jen—asisten wakil kepala staf umum bidang intelijen—menyatakan bahwa kapal perang Indonesia yang disebut China akan berpartisipasi dalam latihan tersebut sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang dari Jepang, dan bukan datang secara khusus untuk berlatih bersama angkatan laut China.




