Pantau - Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) telah menyalurkan lebih dari Rp500 miliar melalui Proyek Results-Based Payment Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Green Climate Fund Output 2 sejak Agustus 2023 hingga Juli 2026 untuk memperkuat aksi iklim di Indonesia.
Penyaluran tersebut mencapai 37 persen dari total alokasi dengan ekosistem kerja lintas sektor yang menghubungkan pemerintah pusat dan daerah di 38 provinsi.
Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto mengatakan pendanaan itu diharapkan mempercepat penurunan emisi sekaligus mendukung pengelolaan hutan lestari dan perekonomian masyarakat.
"Kami berharap pendanaan ini yang disalurkan melalui Proyek RBP REDD+ GCF Output 2 dapat digunakan seoptimal mungkin untuk mempercepat pencapaian target penurunan emisi, memperkuat pengelolaan hutan lestari sekaligus meningkatkan mata pencaharian masyarakat sekitar," kata Joko di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Indonesia Raih Pendanaan 103,78 Juta Dolar ASIndonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia-Pasifik yang meraih pendanaan Results-Based Payment dari Green Climate Fund senilai 103,78 juta dolar AS.
Pendanaan tersebut diperoleh atas capaian Indonesia mengurangi emisi akibat deforestasi dan degradasi hutan sebesar 20,25 juta ton setara karbon dioksida.
Proyek RBP REDD+ GCF terdiri atas tiga output, dengan Output 1 dan 3 telah berjalan sejak 2021 dan berakhir pada 2025.
Sementara itu, Output 2 masih dilaksanakan hingga 2030 dengan penerima manfaat pada tingkat nasional dan subnasional serta melibatkan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai pengampu utama.
"Dampak nyata dan capaian proyek GCF Output 2 dalam 3 tahun terakhir di antaranya untuk mendukung lebih dari 2 juta hektare perluasan Perhutanan Sosial, fasilitasi lebih dari 40 usulan penetapan hutan adat, pendampingan usaha dan alat ekonomi kreatif kelompok perhutanan sosial," kata Joko.
Program tersebut juga mendukung penguatan Sistem Registri Nasional, Program Kampung Iklim, serta pengelolaan sampah berkelanjutan.
"Proyek ini telah menjangkau lebih kurang 1.266 desa dan 225 kabupaten," ujar dia.
Sebanyak 34 Provinsi Akses PendanaanSebanyak 24 provinsi sebelumnya telah mengakses pendanaan tersebut dengan Lampung menjadi provinsi pertama yang menyelesaikan implementasi program.
Pada 2026, sebanyak 10 proposal dari 10 provinsi telah dinilai dan memasuki tahap persiapan pelaksanaan sebelum dilakukan penandatanganan kerja sama penyaluran dana.
"Saat ini, 34 provinsi telah mengakses pendanaan RBP REDD+ GCF Output 2, dengan total komitmen Rp761 miliar. Jumlah tersebut mencakup 94,8 persen dari total alokasi untuk provinsi," kata Joko.




