jpnn.com - BOGOR — Mathla’ul Anwar memperingati Milad ke-110 tahun. Organisasi ini menggelar Temu Akbar Mathla'ul Anwar (Tebar Mawar) di Aula Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang diikuti sekitar 3.000 warga MA dari sejumlah wilayah, itu menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus meneguhkan komitmen dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial atau pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Dr. K,H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., mengatakan bahwa usia 110 tahun harus menjadi momentum seluruh jajaran MA untuk melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap perjalanan organisasi, sekaligus memastikan berbagai target yang belum terpenuhi dapat ditindaklanjuti.
BACA JUGA: Viral Tantangan Baca Al-Quran Berhadiah Miras, Ketum PB Mathlaâul Anwar Jazuli Juwaini Mengecam Keras
Menurut dia, ikhtiar besar MA ke depan ialah menjadikan organisasi makin naik level dan menghadirkan manfaat nyata bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, Jazuli melanjutkan, seluruh keluarga besar MA dari tingkat PB hingga pengurus cabang harus bergerak bersama sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. “Tidak boleh ada pengurus yang hanya menjadi penonton. Bangsa Indonesia akan melihat kontribusi nyata Mathla’ul Anwar melalui karya dan pengabdian yang kita berikan,” kata Jazuli, Rabu (12/8).
Dia menekankan pentingnya pembenahan dan reformasi tata kelola organisasi. Menurut dia, MA merupakan milik seluruh keluarga besar yang harus dijaga, dikembangkan, dan diperkuat secara bersama-sama. Dalam bidang pendidikan, evaluasi dan perbaikan sistem pendidikan MA perlu terus dilakukan, termasuk penguatan kurikulum, serta perhatian serius terhadap madrasah-madrasah yang masih membutuhkan pembenahan.
BACA JUGA: KPK Panggil Anak Anwar Sadad sebagai Saksi Kasus Dana Hibah Jatim
Jazuli mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan MA telah meneken nota kesepahaman (MoU). Melalui kerja sama tersebut, seluruh satuan pendidikan MA tingkat SLTA/SMA/MA di Jawa Barat menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan pendidikan. Para siswa MA juga memperoleh kesempatan mendapatkan beasiswa dari Pemprov Jabar.
“Lulusan Mathla’ul Anwar harus menjadi generasi yang berkualitas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Perjuangan organisasi tidak akan berkelanjutan tanpa konsistensi. Karena itu, seluruh gerak langkah Mathla’ul Anwar harus berdasarkan sistem, manhaj, dan program kerja yang jelas,” papar Jazuli.
BACA JUGA: Ketum Mathlaul Anwar Jazuli Juwaini Melepas 448 Mahasiswa KKN UNMA Mengabdi di Pelosok Negeri
Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menilai perjalanan MA selama 110 tahun merupakan kontribusi luar biasa bagi umat dan bangsa. Menurut dia, apa yang telah diwariskan organisasi ini merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk terus memberikan kemanfaatan kepada masyarakat.
Tamsil mengatakan MA telah menunjukkan kualitas ukhuwah yang sesungguhnya dengan mengambil peran strategis dalam kehidupan kebangsaan. Momentum 110 tahun juga harus menjadi kesempatan untuk kembali merajut solidaritas keumatan demi kemaslahatan bangsa.
“Ormas Islam seperti Mathla’ul Anwar perlu terus didorong agar mengambil peran dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat,” kata Tamsil dalam sambutannya.
Tamsil juga mengingatkan bahwa politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak boleh kehilangan dimensi moral. Politik harus menjadi ruang pengabdian untuk melayani umat dan mencapai kemaslahatan bersama.
Menurut Tamsil, kesalehan tidak boleh berhenti di ruang privat, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sosial, dakwah, dan kebangsaan. Oleh karena itu, usia 110 tahun bukanlah garis akhir perjuangan MA, melainkan tonggak untuk kian memperkuat peran organisasi sebagai perajut moral kebangsaan.
Dukungan terhadap MA juga disampaikan Bupati Bogor, H. Rudy Susmanto, S.Si. Dia mengapresiasi kontribusi MA dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui keberadaan madrasah yang telah hadir hingga ke pelosok daerah.
Menurut Rudy, lembaga pendidikan MA merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bogor.
Menurut dia, Pemkab Bogor tidak dapat membangun daerah secara sendiri, dan membutuhkan sinergi serta kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk MA.
“Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen melakukan revitalisasi madrasah-madrasah yang ada di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan,” ujar Rudy.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor, H. Abdul Aziz Sarnata, M.E., selaku penyelenggara Tebar Mawar dan Milad 110 MA menyampaikan bahwa perjalanan dan perkembangan organisasi ini khususnya di Kabupaten Bogor terus mengalami dinamika dan membutuhkan perhatian bersama.
Menurut dia, salah satu fokus utama ialah merawat dan memperkuat madrasah-madrasah MA yang masih membutuhkan dukungan dan pembenahan. Masih terdapat sejumlah madrasah yang menjadi pekerjaan rumah bersama, khususnya dalam peningkatan kualitas sarana dan prasarana.
“Insyaallah pada 2027, Pemerintah Kabupaten Bogor akan memberikan perhatian terhadap fasilitas keagamaan, termasuk pendidikan keagamaan, dan salah satu tim perumusnya melibatkan Mathla’ul Anwar,” ungkapnya.
Selain infrastruktur pendidikan, perhatian juga diarahkan kepada para guru madrasah MA yang telah mengabdi selama puluhan tahun dalam mencerdaskan masyarakat.
Rangkaian Acara Temu Akbar dan Milad Mathla’ul Anwar ke-110 Tahun tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan keluarga besar MA, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat.
Memasuki usia 110 tahun, MA meneguhkan komitmen untuk terus melakukan pembenahan internal, memperkuat pendidikan, meningkatkan kualitas SDM, serta memperluas pengabdian sosial dan kebangsaan.
Momentum tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh keluarga besar MA untuk meningkatkan peran, memperluas kemanfaatan, dan menghadirkan keberkahan bagi umat, bangsa, dan negara. (boy/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




