Jakarta: Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendorong peningkatan recycling rate di Indonesia. Diaz menilai forum The ASEAN Recycling Summit 3.0 menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kerja sama tersebut, terutama dalam mendorong praktik pemilahan sampah.
The ASEAN Recycling Summit 3.0 merupakan bagian dari Indo Waste & Recycling yang digelar PT Napindo Media Ashatama (Napindo) bekerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI). Kegiatan ini juga digelar bersamaan dengan Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, serta Indonesia International Smart City 2026 Expo & Forum.
Pameran lintas sektor ini kembali mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi, dan mitra strategis dalam satu platform kolaborasi yang menghadirkan berbagai solusi di bidang air dan limbah, pengelolaan sampah dan daur ulang, energi terbarukan dan kelistrikan, keamanan, proteksi kebakaran, hingga solusi kota cerdas.
“Saya ingin menekankan kembali betapa pentingnya event ini karena recycling rate kita sebenarnya masih lumayan sedikit. Jadi kita di KLH siap berkolaborasi dengan ADUPI dan Napindo, apa yang perlu kita kerja samakan supaya recycling rate kita bisa meningkat,” ujar Diaz, dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Agustus 2026.
Diaz menilai hal ini sejalan dengan target pemerintah memastikan 100 persen sampah nasional dapat terkelola dengan baik pada 2029.
Baca Juga :
Biodigester Digadang Jadi Solusi Pengolahan Sampah Organik di Jakarta UtaraSementara itu, Ketua Umum ADUPI Christine Halim menekankan isu sampah plastik dan ekonomi sirkular tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan pengembangan industri, inovasi teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan emisi, serta penguatan rantai pasok bahan baku yang berkelanjutan.
Sinergi Pengelolaan Sampah BerkelanjutanDirektur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, Safrizal, berbicara soal sistem pengelolaan sampah dalam forum Waste to Energy bertajuk Enhancing National Ef orts Through Regional Governance & Yield Innovation.
Safrizal menekankan pemerintah daerah berperan penting membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, mulai dari penyusunan regulasi, penguatan kelembagaan dan pendanaan, penyediaan sarana prasarana, hingga fasilitasi kerja sama dengan of taker dan pelaku usaha.
Pengembangan waste to energy juga perlu didukung kesiapan tata kelola daerah dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Sehingga, sistem tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, Safrizal. Dok. Istimewa
Selain forum diskusi, aktivitas di area pameran diwarnai dengan business matching dan demonstrasi berbagai solusi dan teknologi dari peserta pameran. Berbagai program pendukung diselenggarakan, antara lain talkshow Security Management System in High Risk Building bersama Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), dan berbagai sesi Spotlight Zone.
Di sektor proteksi kebakaran dan penyelamatan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta menggelar Live Demonstration melalui simulasi penanganan kebakaran pada bagian dalam kendaraan (interior vehicle fire).
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup melanjutkan Coaching Clinic, Indonesian Water Association (IdWA) menghadirkan IdWA Training sebagai wadah konsultasi dan edukasi, serta puluhan sesi Technical Product Presentation. Keempat program tersebut akan terlaksana hingga hari terakhir penyelenggaraan pameran pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan pameran ini akan kembali digelar pada akan kembali diselenggarakan di venue baru, yakni Nusantara International Convention & Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Indonesia, pada 24–26 Agustus 2027. Penyelenggaraan mendatang diharapkan semakin memperkuat peran pameran sebagai platform kolaborasi yang menghadirkan berbagai solusi, teknologi, dan peluang kemitraan bagi pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri.




