Bedah Upaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi Hingga Akhir Tahun

cnbcindonesia.com
15 jam lalu
Cover Berita
Foto: Power Lunch

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia kembali mencatatkan pertumbuhan yang menjanjikan dan melampaui dibandingkan negara-negara besar dunia. Bahkan pada kuartal II, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di antara negara G20.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis, pada Rabu (5/8/2026) melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan capaian kuartal I-2026 sebesar 5,61% yoy. Kendati demikian, ekonomi Indonesia tetap tumbuh di atas 5% dan melampaui perkiraan pasar.

Adapun Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2026 tetap baik dan berada dalam kisaran 4,9-5,7% (yoy) didukung oleh permintaan domestik sejalan dengan kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi.


"Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dikutip Rabu (12/8/2026).

Konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama perekonomian. Komponen ini memberikan sumber pertumbuhan sebesar 2,67% dengan distribusi mencapai 53,32% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2026. Dari sisi pertumbuhan, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 5,06% (yoy). Angkanya melandai dari 5,52% pada kuartal I-2026, ketika konsumsi masyarakat mendapat dorongan besar dari Ramadan dan Idulfitri.

Lantas, faktor apa saja yang mampu menjadi penopang, dan apa saja tantangan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026? Apakah variabel investasi menjadi penopang utama?

Untuk membahas secara mendalam terkait pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026, CNBC Indonesia menghadirkan Chief Economist PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Leo Putera Rinaldy dalam Power Lunch, pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB. Leo akan mengupas Tuntas tentang faktor apa saja yang menekan maupun menjadi penopang pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026? Apakah variabel investasi menjadi penopang utama? Dan apakah variabel konsumsi rumah tangga memang tengah mengalami normalisasi setelah momentum hari raya di kuartal I-2026?

Selain itu, dalam acara ini juga BNI akan memproyeksikan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia di sisa tahun 2026 serta beragam saran bagi pemerintah untuk dapat meningkatkan daya tahan ekonomi.

Untuk itu, jangan lupa saksikan program Power Lunch secara live hanya di CNBC Indonesia TV dan cnbcindonesia.com. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.



Baca: Konsumsi Masih Tumbuh 5%, Ekonomi RI Kuat atau Diselamatkan Stimulus?




(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:
Video: FMCG Masih Tumbuh Kuat, Sinyal Konsumsi Jadi Mesin Ekonomi RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekshumasi Jenazah Sutrimo Selesai, Hasilnya Diketahui 2-3 Pekan
• 17 jam laludetik.com
thumb
Mendag: Tarif Resiprokal AS untuk Indonesia Kini 10 Persen
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dokter Tifa Tak Hadir di Persidangan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
• 5 jam lalueranasional.com
thumb
Buruh minta DPR bahas RUU Ketenagakerjaan tak seperti Omnibus Law
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Inilah Daftar Pemenang Lomba Resensi Buku di Disperpustaka Kota Batu
• 19 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.