jpnn.com, JAKARTA - Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsyi mengulas pidato Presiden Prabowo Subianto tentang RAPBN 2027 beserta nota keuangannya yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026).
Habib Aboe -panggilan akrabnya- menyebut gagasan Presiden Prabowo dalam RAPBN itu mengandung harapan besar untuk kemakmuran rakyat.
BACA JUGA: Pasang Target Ambisius, Prabowo Ingin Ekonomi 2027 Tumbuh 6%
Melalui layanan pesan, anggota DPR yang pernah dipercaya menjadi sekretaris jenderal PKS itu mengapresiasi capaian pemerintahan Presiden Prabowo, wabilkhusus di bidang ekonomi.
Menurut Habib Aboe, pemerintahan saat ini telah menunjukkan upaya dan kemampuannya dalam menghadapi kondisi politik maupun ekonomi global yang bergejolak. Buktinya, ekonomi bisa tumbuh di atas 5 persen.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Puji PDIP di Pidato Kenegaraan soal RAPBN 2027, Mbak Puan Tersenyum
"Menyimak pidano nota keuangan tadi, kami mengapresiasi pencapaian pertumbuhan ekonomi semester I 2026 yang berhasil mencapai level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Ini menunjukkan resiliensi ekonomi domestik kita yang luar biasa solid di tengah ketidakpastian geopolitik global yang sangat menantang," ujar Habib Aboe.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I itu menyebut pertumbuhan ekonomi yang melebihi 5 persen tersebut merupakan modal penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo.
BACA JUGA: Habib Aboe: Membeli Produk Dalam Negeri Memperkuat Ekonomi Bangsa
“Ini modal berharga untuk mematangkan agenda transisi pembangunan nasional secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Namun, Habib Aboe juga memberikan catatan kritis soal asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2027 yang dipatok pada angka Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (USD). Menurut dia, asumsi itu merupakan angka psikologis baru yang mencerminkan beratnya tekanan eksternal terhadap rupiah.
Oleh karena itu, Habib Aboe mengharapkan stabilitas kurs rupiah benar-benar terjaga. Menurut dia, asumsi nilai tukar rupiah itu harus diikuti dengan strategi konkret dari pemerintah dan Bank Indonesia dalam memitigasi dampak pelemahan kurs.
Habib Aboe menegaskan pelemahan kurs rupiah tidak boleh diremehkan karena berpotensi memicu efek domino yang langsung memukul masyarakat. Sebab, kini banyak masyarakat yang mengonsumsi produk impor.
“Industri kita banyak yang memakai bahan baku luar negeri. Kalau rupiah loyo, harga barang di pasar pasti ikut naik. Ini yang harus dicegah sejak dini," pesannya.
Walakin, Habib Aboe memiliki harapan besar agar postur RAPBN 2027 benar-benar berpihak pada penguatan ekonomi di tingkat akar rumput, khususnya di daerah-daerah.
"Harapan kita semua, anggaran ini nantinya harus dipastikan tepat sasaran agar ekonomi rakyat di daerah tetap bisa berputar dengan baik. Kesejahteraan harus dirasakan langsung di warung-warung kecil, pasar tradisional, dan sektor pelaku UMKM," ucapnya.(jpnn.com)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Presiden PKS Serukan Kader Partainya Menindaklanjuti Perpres Ancaman LGBTQ Jadi Perda
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




