Pidato tersebut memberikan kejelasan mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan sehingga pelaku pasar memiliki pandangan yang lebih jelas.
IDXChannel - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai pidato Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal positif bagi pasar.
Menurutnya, pidato tersebut memberikan kejelasan mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan sehingga pelaku pasar memiliki pandangan yang lebih jelas.
"Dari sisi pasar modal, ini adalah pidato terbaik Pak Prabowo selama periode pemerintahan 2024 sampai hari ini karena kejelasan arah, membuat pasar memiliki pandangan yang jelas akan arah kebijakan ekonomi negara ke depannya," kata Fakhrul, Sabtu (15/8/2026).
Dia menambahkan, pemerintah kini memiliki visi pembangunan yang semakin jelas. Namun, investor dan pelaku usaha tidak hanya membutuhkan kejelasan mengenai tujuan yang hendak dicapai, tetapi juga ingin mengetahui cara pemerintah merealisasikan visi tersebut.
"Visinya semakin jelas. Tetapi investor dan pelaku usaha biasanya tidak hanya bertanya ke mana kita akan pergi. Mereka juga ingin tahu bagaimana cara mencapainya, apa prioritasnya, dan bagaimana setiap kebijakan akan diterjemahkan menjadi investasi, lapangan kerja, serta peningkatan produktivitas," lanjut Fakhrul.
Dia menilai tantangan terbesar pemerintah ke depan bukan lagi merumuskan visi pembangunan, melainkan memastikan visi tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang konsisten dan dapat diprediksi.
Fakhrul juga menilai perhatian Presiden Prabowo terhadap pasar modal merupakan perkembangan positif. Pasalnya, pembiayaan pembangunan Indonesia selama bertahun-tahun masih banyak bertumpu pada APBN dan sektor perbankan.
"Pasar modal bukan sekadar tempat perdagangan saham. Pasar modal adalah mekanisme yang menghubungkan tabungan masyarakat dengan investasi produktif. Semakin dalam pasar modal kita, semakin besar pula kemampuan Indonesia membiayai pertumbuhan jangka panjang," katanya.
Menurut dia, reformasi bursa, perlindungan investor, dan pengembangan Indonesia Financial Center (PFII) menunjukkan bahwa pemerintah mulai menempatkan pasar modal sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional.
Dia juga menyoroti perhatian Prabowo terhadap proses demutualisasi bursa, pengembangan pasar, peningkatan kepatuhan, pendalaman pasar, serta penguatan reputasi.
Fakhrul menilai berbagai langkah tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperkuat peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Pemerintah dapat menjadi katalis, tetapi pemerintah tidak bisa menjadi satu-satunya mesin pertumbuhan. Pada akhirnya keberhasilan target pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh seberapa besar sektor swasta kembali berinvestasi, memperluas kapasitas produksi, dan menciptakan lapangan kerja baru," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)





